Kapolri: Teroris Kehilangan Dukungan Dana
Selasa, 16 Mei 2006 22:13 WIB
Magelang - Kapolri Jendral Pol Sutanto menduga saat ini jaringan teroris kehilangan dukungan dana. Untuk itu, mereka melakukan aksi kriminal seperti perampokan."Seperti (perampokan) di Yogya dan Pekalongan. Ada indikasi, peristiwa itu terkait dengan jaringan teroris," kata Sutanto di sela-sela mendampingi Presiden SBY yang mengunjungi lokasi pengungsian di Lapangan Dusun Gowok, Desa Dukun, Kec. Dukun, Kab. Magelang, Selasa (16/5/2006). Meski kekurangan dana, Kapolri menyatakan, jaringan teroris tidak otomatis lumpuh. Terbukti, mereka masih bisa mengontrak rumah dan mendapatkan alat-alat yang harganya tidak murah.Sutanto meminta masyarakat terus mewaspadai kehadiran orang-orang yang dicurigai sebagai anggota jaringan teroris. Biasanya, orang-orang tersebut menyewa rumah di lokasi tertutup."Kalau ada orang yang tinggal di suatu tempat dan tidak banyak dikenal warga sekitar, masyarakat bisa menginformasikannya. Siapa tahu kami bisa melacaknya. Karena identitas mereka selalu berganti-ganti," katanya.Ketika ditanya soal kemungkinan adanya anggota jaringan teroris yang masih berada di Jateng, Sutanto menyatakan mereka selalu menempati lokasi yang tidak terduga. Secara implisit, ia menyebut Jateng sebagai daerah yang tak lagi signifikan.Terakhir, Sutanto menegaskan, pasca penggerebekan di Wonosobo akhir April lalu, Detasemen Khusus Anti Teror terus memburu anggota jaringan teroris yang mungkin terkait. "Tapi belum ada perkembangan yang berarti," imbuhnya.
(jon/)











































