SBY: Salam Buat Mbah Marijan
Selasa, 16 Mei 2006 20:45 WIB
Magelang - Nama Mbah Marijan, juru kunci Merapi yang hingga kini enggan mengungsi, memang cukup kesohor. Bahkan, Presiden SBY merasa perlu meminta pemerintah setempat untuk menyampaikan salam pada sosok yang dianut masyarakat sekitar Merapi tersebut. "Saya sudah berkomunikasi dengan Bupati Sleman untuk menyampaikan salam pada Mbah Marijan. Saya dengar beliau berdoa di masjid demi keselamatan warga. Namun demikian, kewajiban negara adalah menyelamatkan warganya." Demikian dikatakan SBY dalam jumpa pers di tendanya di Lapangan Gowok, Desa Dukun, Kec. Dukun, Kab. Magelang, Selasa (16/5/2006) malam. Saat itu, dia menjawab pertanyaan soal masih bertahannya sejumlah warga karena ada Mbah Marijan. SBY menilai selama ini sistem peringatan dini yang disebarkan ahli geologi sudah cukup baik. Begitu pula dengan pola evakuasi. Namun, ia minta warga Merapi lebih proaktif melakukan penyelamatan diri. "Peralatan teknologi dan doa sudah kita kerahkan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari. Karena itu, peran warga harus makin positif," jelasnya. Mengutip data Satkorlak, SBY menyebutkan hingga kini sebanyak 22.253 jiwa yang berasal dari Sleman (Yogyakarta), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jateng), telah berhasil dievakuasi. Jumlah itu terus bertambah dari waktu ke waktu. Orang nomor satu di Indonesia itu meminta pemerintah setempat memberi perhatian juga pada sektor pendidikan. "Kalau ada yang tidak bisa ujian, tolong dicarikan solusinya. Apakah diadakan ujian susulan atau ujian khusus misalnya," jelasnya. Mengenai kemungkinan perubahan status Merapi, SBY mengaku masih menunggu ahli terutama dari BPPTK. Namun ia menyarankan, sebelum ada kejelasan perubahan status, pemerintah setempat diharapkan melakukan evakuasi lanjutan.
(asy/)











































