ADVERTISEMENT

Dino Patti Djalal: Indonesia Harus Berani Mengatakan Invasi Rusia Salah

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 28 Feb 2022 19:51 WIB
Dino Patti Djalal
Dino Patti Djalal (Foto: Tangkapan layar)
Jakarta -

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menilai Indonesia harus mengedepankan politik bebas dan aktif dalam menyikapi konflik antara Rusia dan Ukraina. Dino mengatakan Indonesia harus berani mengatakan apa yang dilakukan Rusia menginvasi Ukraina adalah salah.

"Ini adalah suatu peristiwa konflik Internasional yang besar dan akan berkembang jauh bagaimana seharusnya posisi Indonesia? Indonesia harus selalu berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri bebas aktif, dan dalam konflik Rusia Ukraina, Indonesia harus mengambil sikap yang jelas dan tegas apa yang salah katakan salah, apa yang benar dikatakan benar," kata Dino, dikutip dari akun YouTube Sekretariat FPCI, dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/2/2022).

Ia mengatakan, Indonesia dan Rusia merupakan sahabat dan mitra strategis. Serta tidak ada yang salah antara Indonesia dan Rusia, dimana Angkatan Udara Indonesia banyak menggunakan pesawat Rusia, banyak turis Rusia datang ke Indonesia, dan Presiden Putin juga dinilai banyak memiliki penggemar di Indonesia karena dianggap sebagai pemimpin kuat dan berwibawa.

"FPCI group yang saya pimpin, juga mempunyai hubungan baik dengan Rusia dan juga dengan berbagai think-thank di Rusia, saya sendiri juga sangat memahami kecemasan presiden Putin terhadap niat Ukraina untuk bergabung dengan NATO karena ini akan mempersulit posisi strategis Rusia dan juga perluasan NATO ke Ukraina akan merupakan sesuatu pemikiran yang tidak bijak karena akan membuat Rusia merasa dikepung," tutur Dino.

Meski begitu, Dino mengatakan pemerintah Indonesia diminta bersikap berani terhadap invasi Rusia, misalnya dengan tegas mengatakan apabila yang dilakukan Rusia salah atau benar.

"Terlepas dari semua hal ini, Indonesia harus berani mengatakan bahwa serangan militer Rusia ke Ukraina itu salah, saya ulangi, salah, salah karena serangan ini adalah suatu bentuk agresi sepihak, ini bukan dua negara yang sedang memperebutkan suatu wilayah sengketa, batas wilayah Rusia dan Ukrania sudah sangat jelas dan diakui dunia internasional," ujarnya.

"Ini adalah suatu agresi militer satu negara berdaulat terhadap wilayah dan kedaulatan negara lain. ini melanggar hukum internasional dan melanggar piagam PBB, dan itu juga bertentangan dengan semangat Dasasila Bandung," tuturnya.

Dino mengatakan, ketika Amerika Serikat melakukan invasi militer ke Iran tahun 2003, Indonesia juga dengan tegas menolak aksi militer tersebut walaupun Indonesia adalah sahabat dari Amerika serikat.

Selain itu, Dino mengatakan masalah etnis Rusia di Ukraina juga seharusnya tidak menggoyahkan posisi Indonesia. Menurutnya, sepanjang sejarah diplomasi, Indonesia selalu peka terhadap masalah separatisme di dalam negeri dan juga tidak pernah mendukung siapa rasisme di negara-negara lain.

"Indonesia karena tidak bisa mendukung perpecahan Ukraina, apalagi dalam situasi ke tekanan militer dari luar karena kalau gelombang sepratisme etnis ini kemudian terjadi juga di berbagai negara lain, maka dunia akan kacau balau dan akan berkobar, perang dan goncangan dimana mana. Konflik Ukraina namanya akan semakin memburuk dan akan semakin berdampak jauh, dan terus berkepanjangan," kata Dino.

"Hubungan Indonesia dengan Rusia baik, jangan membuat Indonesia sungkan menyatakan apa yang benar dan apa yang salah apapun resikonya," imbuhnya.

Simak video ' Epidemiolog Harap Indonesia Dapat Imbau Rusia-Ukraina Berdamai':


[Gambas:Video 20detik]




(yld/hri)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT