Pungutan Liar Merapi Marak, Bupati Sleman Melarang
Selasa, 16 Mei 2006 18:44 WIB
Sleman - Aktifnya gunung Merapi menarik perhatian banyak orang. Tapi sayangnya tak sedikit pula orang yang mengambil keuntungan dari bencana tersebut. Mereka menarik pungutan liar di jalanan tanpa jelas sumbangan itu akan diserahkan kepada siapa.Di beberapa ruas jalanan di Yogyakarta, banyak orang yang meminta sumbangan untuk para pengungsi Merapi. Namun rupanya tindakan tersebut tanpa sepengetahuan Pemerintah Daerah.Disinyalir, aksi ini adalah ulah orang-orang tidak bertanggung jawab yang mencoba memanfaatkan keadaan. Mereka berbondong-bondong menarik sumbangan dari masyarakat, tapi entah ke mana larinya sumbangan tersebut.Bupati Sleman, Ibnu Subiyanto mengaku tidak pernah memberi izin sembarangan untuk urusan sumbangan Merapi. Pemberian sumbangan hanya berlaku di kantor pemerintah atau pun langsung ke posko-posko pengungsian."Pungutan liar seperti itu tak datang dari pemerintah Sleman. Jika ada warga atau siapa pun yang ingin memberikan sumbangan lebih baik langsung menuju ke Pemerintah Daerah," ungkap Ibnu Subiyanto ketika ditemui di penampungan pengungsi Merapi di SMP 2 Harjobinangun, Sleman, Yogyakarta, Selasa (16/5/2006).Selanjutnya untuk menangani masalah ini, Ibnu akan melihat sendiri praktek pungutan liar tersebut ke lapangan. Sebab, hal seperti ini harus citindaklanjuti.
(asy/)











































