Lidya Pratiwi Mengaku Tak Sepeser pun Nikmati Uang Naek
Selasa, 16 Mei 2006 18:33 WIB
Jakarta -
Artis sinetron Lidya Pratiwi mengaku tak sepeser pun menikmati uang Naek Gonggom Hutagalung yang dikuras oleh komplotannya. Lidya juga mengaku tidak tahu menahu adanya skenario perampokan disertai pembunuhan itu."Saya nggak menerima sepeser pun dari uang itu," kata Lidya Pratiwi saat ditemui wartawan di Mapolres Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Selasa (16/5/2006).Saat ditemui, Lidya mengenakan baju tahanan warna biru. Dua kancing atasnya dibiarkan terbuka. Tampak dia mengenakan pakaian dobelan warna hitam. Dia mengenakan celana pendek kotak-kotak warna hijau.Gadis 19 tahun ini membiarkan rambut panjangnya yang di-highlight pirang terurai. Dia juga murah senyum.Lidya lantas menceritakan kronologi insiden terbunuhnya Naek. Cerita bermula pada 28 April 2006 sore, Lidya mengajak Naek bertemu di Plasa Senayan."Waktu itu saya bilang, ada acara kumpul UFO," kata Lidya. UFO adalah bisnis semacam multi level marketing (MLM). Naek adalah downline Lidya di UFO.Sebelum pertemuan itu, Lidya sudah kenal Naek sejak 6 bulan lalu. Mereka bertemu di Hotel Intercontinental, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.Lidya menuturkan, sebelumnya dia diminta oleh pamannya (Tony Yusuf) untuk meminjam uang kepada temannya karena usahanya lagi seret."Saya merekomendasikan kenal dengan Naek. Sebab Naek itu orangnya baik, tidak suka ngomong-ngomong. Saya percaya. Ibu saya sudah kenal baik dengan Naek. Kalau saya sendiri sih belum kenal sekali dengan keluarga Naek," beber mahasiswi Universitas Moestopo Beragama ini.Pada 28 April, Lidya mengajak Naek jalan-jalan hingga akhirnya dia mengajak Naek ke Putri Duyung Cottage di Villa Tongkol, Ancol. Naek awalnya menolak, tapi Lidya terus membujuknya sehingga akhirnya Naek luluh. Mereka melaju dengan mobil Toyota Avanza milik Naek.Setelah masuk ke kamar yang dipesan, ternyata di kamar sudah ada Tony Yusuf dan Ade Sukardi. "Saya nggak tahu kalau di kamar ada orang," aku Lidya.Lidya mengaku didorong oleh Tony sampai jatuh. Sedang Ade Sukardi langsung memiting. "Saya didorong keluar kamar," kata Lidya.Tidak lama kemudian Lidya dijemput oleh ibunya (Vince Yusuf) dengan taksi. "Kita disuruh ke ATM oleh Tony untuk mengecek saldo. Akhirnya kita pergi ke ATM terdekat," cerita Lidya. ATM di mana itu, Lidya mengaku lupa.Setelah dicek, ternyata saldo Naek yang tersisa sekitar Rp 26 jutaan. Lidya lalu menghubungi Tony yang kemudian menyuruhnya mengambil Rp 5 juta. Tony menyuruh Lidya memberikan uang itu padanya di daerah Menteng. Lidya dan ibunya lalu ke sana."Saya nggak menerima sepeser pun dari uang itu. Saya benar-benar tidak berniat untuk menyakiti Naek. Dan baru tahu kalau dia meninggal justru dari media massa. Bahkan saya sempat telepon ke keluarganya untuk menyatakan belasungkawa," demikian Lidya Pratiwi.
(nrl/)










































