ADVERTISEMENT

Selain yang Siap Panen, Ada 20.000 Bibit Ganja Juga di Ladang Aceh Utara

Mukhlis Dinillah - detikNews
Senin, 28 Feb 2022 11:38 WIB
Polisi mengungkap ladang ganja di tiga lokasi berbeda di Aceh Utara
Polisi memusnahkan pohon ganja di Aceh Utara. (Foto: Istimewa)
Aceh Utara -

Tim gabungan Polda Lampung dan Polda Aceh mengubrak-ngabrik ladang ganja seluas 6,28 hektare di Aceh Utara. Selain menemukan 62 ribu pohon ganja siap panen, polisi mengamankan 20 ribu bibit ganja.

Ladang ganja di Dusun Uteun, Desa Lhokdrien, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, tersebut ditemukan pada Minggu (27/2) sekitar pukul 08.00 WIB. Ladang ganja itu tersebar di tiga titik.

Tim gabungan langsung mencabuti pohon-pohon ganja tersebut untuk dimusnahkan di lokasi. Direktur Narkoba Polda Lampung Kombes Aris Supriono, Direktur Narkoba Polda Aceh Kombes Ruddi Setiawan, dan Direktur Reskrimum Polda Lampung Kombes Reynold EP Hutagalung turun langsung dalam operasi ini.

"Pohon ganja ini langsung kami musnahkan di lokasi," kata Diresnarkoba Polda Aceh Kombes Ruddi Setiawan dalam keterangan pers, Senin (28/2/2022).

Direktur Narkoba Polda Lampung Kombes Aris Supriono mengatakan petugas tidak hanya menemukan 62 ribu pohon, tapi juga bibit ganja siap tanam.

"Kami temukan 20 ribu bibit siap tanam, diperkirakan (usia) satu minggu. Ada tempat penyemaian dan sejumlah pupuk," jelas dia.

Sebelumnya, ladang ganja ini bermula saat pihaknya mengamankan paket 5 kilogram ganja di pool bus Putra Pelangi di Raja Basa, Bandar Lampung, pada Kamis (23/11/2021). Polisi lalu melakukan pengembangan dengan mengamankan dua pemilik paket di Bandung.

"Kami mengamankan pemilik paket, yakni PH dan DI di Bandung. Keterangan keduanya paket itu didapat dari MS (DPO) yang berdomisili di Kampung Doy, Kota Banda Aceh," jelas dia.

Ia melanjutkan Polda Lampung langsung membentuk Satgas Siger untuk mengembangkan informasi tersebut berkoordinasi dengan Polda Aceh. Hasilnya, tim gabungan menemukan ladang ganja tersebut dibantu berbagai pihak terkait.

"Kita masih terus melakukan pengembangan. Sejauh ini dua tersangka yang kami amankan dijerat pasal 114 dan 111 dengan ancaman hukuman mati," tegas Aris.

(mud/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT