SBY Minta Pengungsi Merapi Sabar
Selasa, 16 Mei 2006 15:31 WIB
Sleman - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada para pengungsi dari lereng Gunung Merapi untuk sabar tinggal di pengungsian. Sebab saat ini kondisi Merapi sangat merisaukan."Jika nanti sudah aman, silakan kembali ke rumah masing-masing. Tetapi sebelum aman, saya minta warga bersabar di pengungsian," kata Presiden SBY saat mengunjungi pengungsi di SMP II Harjobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, Selasa (16/5/2006).Pemerintah, lanjut SBY, akan mengerahkan semua kemampuan untuk mendeteksi aktivitas Merapi. Para petugas akan bekerja 24 jam dengan peralatan canggih, sehingga diharapkan jika terjadi peristiwa yang tidak diinginkan dapat terdeteksi sedini mungkin.SBY bersama rombongan tiba di Pakem pukul 13.50 WIB, didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkes Siti Fadilah Supari, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Seskab Sudi Silalahi, Kapolri Jenderal Pol Sutanto dan lain-lain.Lokasi yang pertama kali didatangi adalah Pos Satlak Pemkab Sleman di Pakem. Di tempat itu, SBY mendapat penjelasan dari Bupati Sleman Ibnu Subiyanto mengenai penanganan pengungsi dan Kepala BPPTK Ratmono Purbo terkait dengan aktivitas Merapi hingga Senin kemarin.Usai mendengarkan penjelasan, SBY dan rombongan mengunjungi lokasi pengungsian di SMP 2 Pakem, yang berjarak sekitar 2 km dari Pos Satlak Pemkab Sleman.Dengan mengenakan stelan kemeja wana abu-abu, SBY disambut tepuk tangan oleh para pengungsi dan warga sekitar yang memenuhi halaman SMP Pakem. Ia kemudian masuk ke ruang kelas IC yang dipenuhi pengungsi. Setelah itu keluar lagi dan memberikan sumbangan kepada pengungsi.Usai memberikan sumbangan, SBY kembali masuk ruang kelas IB, di mana ruangan tersebut sudah dipenuhi pengungsi ibu-ibu manula. "Kita bersama-sama memohon kepada Allah agar bencana tidak menimbulkan korban. Pemerintah juga memantau persiapan barak dan memberi pertolongan berupa obat-obatan, makanan dan tempat pengungsian yang telah tersedia. Saya sedih melihat keadaan Merapi yang merisaukan, yang penting keselamatan harus kita jaga bersama," kata SBY.Penjelasan selesai, seorang nenek bertanya tentang sekolah dan nasib ujian buat anak dan cucunya. "Jika belum siap ujian, saya kira siap ditunda. Pemerintah akan memikirkan agar putra-putri ibu semua bisa sekolah. Saya akan konsultasikan kepada Departemen Pendidikan," jelas SBY.Usai memberikan penjelasan, SBY bersama rombongan makan siang di tenda pengungsi yang terletak di lapangan SMP 2 Pakem. Seluruh rombongan menyantap makanan nasi kotak lengkap dengan sayur-mayur. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke Muntilan, Sleman.
(jon/)











































