Kemendagri: 99,21% Penduduk Telah Rekam e-KTP

Yulida Medistiara - detikNews
Sabtu, 26 Feb 2022 20:35 WIB
E-KTP Digital antara Pemerintah dan Peretas
Ilustrasi e-KTP (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan jumlah penduduk yang melakukan perekaman e-KTP pada 2021 hampir mencapai target, yaitu 99,21 persen. Tercatat per semester II/2021, Kemendagri mencatat 99,21 persen wajib e-KTP telah berhasil melakukan perekaman data.

"Secara nominal, jumlah wajib KTP-el di 2021 adalah 198.628.692 jiwa," kata Zudan saat dalam keterangannya, Sabtu (26/2/2022).

Dari jumlah tersebut, tersisa 0,79 persen atau 1.569.178 jiwa yang belum merekam data e-KTP. Karena itu, untuk mengejar target perekaman e-KTP, Zudan akan melakukan penyisiran dan melakukan pengecekan ulang secara berkala.

"Bisa jadi sisa wajib KTP-el yang belum merekam itu sudah meninggal, pindah kewarganegaraan, atau sudah terdata dengan identitas lain," kata Zudan.

Selain itu, Zudan melaporkan jumlah penduduk Indonesia per akhir tahun 2021 sebanyak 273.879.750 jiwa.

"Terdapat kenaikan sebanyak 2.529.861 jiwa dibanding tahun 2020," ungkapnya.

Dari total 273 jutaan penduduk tersebut, 138.303.472 jiwa adalah laki-laki (50,5%), sedangkan 135.576.278 jiwa lainnya perempuan (49,5%). Adapun daerah dengan jumlah penduduk terbanyak, di level provinsi adalah Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk 48.220.094 jiwa.

Sementara itu, Provinsi Kalimantan Utara menjadi provinsi dengan jumlah penduduk paling sedikit, yaitu sebanyak 698.003 jiwa.

Sedangkan di level kabupaten/kota, Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbanyak, yakni 5.327.131 jiwa.

"Daerah yang jumlah penduduknya tersedikit adalah Kabupaten Supiori, Provinsi Papua, dengan jumlah penduduk hanya 24.855 jiwa," tuturnya.

Selain itu, Kemendagri juga mencatat 6.577.916 kali peristiwa pindah-datang penduduk Indonesia di sepanjang 2021.

Zudan menyebut Kemendagri memang aktif merilis data agregat kependudukan per semester.

"Hal ini untuk menunjukkan kepada publik betapa dinamisnya fenomena kependudukan di Indonesia," ujarnya.

(yld/dnu)