25 Perwira TNI Ikuti Cobra Gold 06
Selasa, 16 Mei 2006 12:01 WIB
Nakhon Nayok - Setelah sebelumnya hanya menjadi pengamat, kini TNI ikut terlibat dalam latihan bersama dengan nama 'Cobra Gold 06'. Sebanyak 25 perwira TNI dikirimkan oleh Mabes TNI. Latihan Cobra Gold 06 yang digelar di Thailand ini berlangsung 15-26 Mei 2006. Latihan tahunan ini dibuka Duta Besar Besar AS untuk Thailand, Ralph L. Boyce dan Supreme Commander Thailand Gen. Ruengroj Mahasaranond di Sekolah Akademi Militer yang berlokasi di provinsi Nakhon Nayok, Thailand. Hadir juga dalam pembukaan latihan bersama ini Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, serta pejabat lainnya, seperti Duta Besar Singapura Peter Chan Jer Hing, dan Duta Besar Jepang Hideaki Kobayashi serta pajabat tinggi militer dari kedua negara tersebut. Demikian siaran pers yang dikirimkan oleh Kepala Pusat Informasi (JuruBicara) latihan Gladi Posko Cobra Gold 06 Kolonel (Laut) Paruntungan Girsang kepada detikcom, Selasa (16/5/2006). Pada upacara pembukaan Cobra Gold tersebut, Boyce mengucapkan selamat datang kepada Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto serta menyambut hangat atas keterlibatan 25 perwira TNI dalam Cobra Gold 06. Boyce juga menekankan bahwa TNI merupakan pendatang baru dalam Cobra Gold 06, karena sebelumnya hanya diundang sebagai pengamat. Boyce menyampaikan Cobra Gold merupakan simbol kerja sama militer antara Amerika dan Thailand. Latihan Cobra Gold terus berkembang dari latihan gabungan yang bersifat bilateral menjadi multilateral. "Hal ini dilakukan tidak lain untuk meningkatkan kemampuan para peserta yang terlibat dapat merespons 'Peace Enforcement' dan tanggung jawab 'PeaceKeeping Operations' di bawah bendera PBB (United Nations), serta upaya bantuan kemanusiaan," kata mantan Dubes AS untuk Indonesia ini. Sebagai contoh, penanganan masalah Timor Timur dan juga penanggulangan masalah kemanusiaan akibat gempa bumi dan tsunami di Phuket dan Aceh. Cobra Gold 06 turut melibatkan organisasi swadaya masyarakat (NGO), organisasi internasional (IO) serta kekuatan militer dari Amerika Serikat, Thailand, Singapura, Jepang dan Indonesia termasuk 1 perwira perwakilan MPAT (Multinational Planning Augmentation Team) dari beberapa negara, antara lain: Australia, Bangladesh, Brunei, Kanada, Fiji, Perancis, Jerman, India, Italia, Korea, Malaysia, Mongolia, Nepal, Papua Nugini, Rusia, Filipina, Sri Langka, Tonga, dan Vietnam.Latihan Cobra Gold 06 berlangsung sejak tanggal 15-26 Mei 2006 dan secara umum dilaksanakan dalam 3 (tiga) kegiatan, yaitu: 1. Gladi Posko (Command Post Exersice-CPX) melibatkan Thailand, Amerika Serikat, Jepang, Singapura, dan Indonesia yang melatihkan hubungan Staf dan Komando melalui skenario Peacekeeping yang pelaksanaannya disimulasikan menggunakan jaringan komputer dengan data/informasi berbasis web. Sementara itu, pada saat yang bersamaan Thailand, Amerika Serikat, dan Singapura melatihkannya dengan skenario Peace Enforcement.2. Gladi Lapangan (Field Training Exersice-FTX) melibatkan ketiga Angkatan (Darat, Laut, dan Udara) dari Thailand dan Amerika Serikat. Lokasi latihan FTX mencakup daerah Lop Buri, Utapao, Teluk Thailand, Semenanjung Sattahip, dan Ban Chan Krem.3. Sedangkan Operasi Bantuan Kemanusian yang dilaksanakan oleh Amerika Serikat, Thailand, dan Singapura meliputi program untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan melakukan 6 (enam) proyek bersifat konstruksi, 9 (sembilan) kegiatan terkait masalah kesehatan di Lop Buri, Nakhon Nayok, Nakho Ratchasima (Korat), Rayong, dan Chantaburi.Cobra Gold 06 melibatkan representatif lebih dari 20 negara dengan total peserta yang berpartisipasi lebih dari 12.198 orang, antara lain terdiri dari Thailand: 4216, Amerika Serikat: 7802, Singapura: 115, Jepang: 40, dan Indonesia: 25 orang. Dalam latihan tersebut Thailand mengerahkan 3 (tiga) Kapal Perang dan 28 (dua puluh delapan) pesawat, sedangkan tentara Amerika mengerahkan 4 (empat) Kapal Perang dan 81 pesawat.
(asy/)











































