Siswa SD Manfaatkan Peristiwa Merapi untuk Membolos
Selasa, 16 Mei 2006 12:15 WIB
Klaten - Aktivitas belajar mengajar di sekitar Gunung Merapi tetap berjalan mengingat tak lama lagi ujian akhir sekolah segera digelar. Namun banyak juga yang memanfaatkan insiden meletusnya Merapi ini untuk membolos, padahal mereka tinggal di daerah aman.'Kesempatan dalam kesempitan' ini misalnya terjadi di SD Sidorejo I Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Kepala Sekolah (Kepsek) Sutarno menuturkan, jumlah muridnya total ada 184 orang.Dari jumlah sebanyak itu, yang resmi tercatat sebagai pengungsi ada 53 orang. Hal ini terjadi karena tidak semua siswa tinggal di zona bahaya. Mereka yang tinggal di zona bahaya, belajar di barak pengungsian. Sedangkan yang bukan pengungsi, ya tetap belajar di sekolah yang merupakan kawasan aman.Setiap hari, Sutarno mengirimkan 3 guru untuk mengajar ke lokasi pengungsian. Namun khusus untuk murid kelas 6 yang turut mengungsi, mereka dijemput tiap pagi untuk pergi sekolah. Mereka dijemput mobil milik guru yang ongkos operasionalnya ditanggung sendiri oleh guru itu. Pagi dijemput, siang dipulangkan.Jumlah siswa kelas 6 yang diantar jemput itu ada 14 orang. Mereka harus menuntut ilmu di sekolah bersama teman-temannya yang tidak mengungsi agar bisa belajar intensif, karena mereka akan ujian nasional (UN) pada 22-29 Mei.Hari ini, jumlah yang membolos cukup banyak. Dari 131 siswa yang tidak mengungsi, hanya 89 orang saja yang tetap bersekolah. "Meski mereka tidak mengungsi, tapi mereka memanfaatkan untuk membolos," kata Sutarno di Sidorejo, Selasa (16/5/2006).Hal ini jelas membuat Sutarno sedih. Agar siswanya tidak rajin membolos, Sutarno berkoordinasi dengan aparat desa dan Satlak. Tujuannya, mengimbau agar siswanya mau belajar dan tidak 'memanfaatkan' meletusnya Merapi untuk membolos. "Apalagi tanggal 12 Juni nanti kan ada tes kenaikan kelas," katanya.SD Sidorejo I memiliki 10 guru dan seorang penjaga sekolah. Bila ada guru yang tidak sedang mendapat tugas mengajar, Sutarno menugaskannya memantau kondisi Merapi. Lokasi sekolah dengan puncak Merapi sekitar 6 km. "Kalau ada apa-apa, guru segera memberi tahu kami," kata Sutarno.Saat ini aktivitas Merapi jauh lebih menurun dibandingkan Senin kemarin. Di puncak Merapi hanya tampak asap tipis.
(nrl/)











































