Airlangga: Kemiskinan Ekstrem Ditarget Mendekati Nol Pada 2024

Nada Zeitalini Arani - detikNews
Jumat, 25 Feb 2022 16:49 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menargetkan angka kemiskinan ekstrem mendekati nol pada 2024 mendatang. Hal itu disampaikan saat menghadiri silaturahmi bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama di rumah jabatan Gubernur provinsi Riau.

Upaya menekan angka kemiskinan ekstrem dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Tahun ini, penanganan kemiskinan ekstrem diprogramkan untuk 212 kabupaten kota di seluruh Indonesia. Di kuartal pertama 2022 ini, Pemerintah memberikan berbagai program perlindungan sosial yang disalurkan selama bulan Februari.

"Memang kemiskinan ekstrem tidak bisa dihapuskan total, tetapi minimal angkanya sesuai dengan target roadmap yang disiapkan oleh pemerintah mendekati nol di tahun 2024," tutur Airlangga dalam keterangan tertulis, Jumat (25/2/2022).

Airlangga menambahkan, pada kuartal kedua tahun ini pemerintah akan mengalihkan program untuk mendukung kegiatan masyarakat yang bersifat produktif. Seperti sektor pertanian, pekerjaan umum, transportasi dan perhubungan, serta kelautan dan perikanan.

Di sektor pertanian pemerintah tengah merancang korporatisasi dengan mendorong sinergi antara petani atau pekebun dengan bank-bank syariah.
Program-program bertahap ini diharapkan mampu membuat perekonomian nasional kembali seperti sebelum pandemi COVID-19.

Airlangga pun mengingatkan tentang adanya kebijakan refocusing anggaran untuk mengatasi dampak pandemi. Pemerintah daerah diminta mengalokasikan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 8 persen untuk perlindungan sosial dan penanganan COVID-19.

Menurutnya tahun ini pemerintah pusat masih bisa mengintervensi perlindungan sosial dan penanganan COVID-19 melalui dana Program Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, yang angkanya sekitar Rp 420 triliun. Akan tetapi mulai tahun depan pemerintah pusat tidak bisa kembali mengintervensi.

"Tahun depan harus ada alokasi dari daerah, sehingga perlu disiapkan sekarang, supaya kedepannya tidak kaget ada perubahan dari kebijakan. Karena kita melihat mudah-mudahan di tahun ini kita bisa kembali ke situasi sebelum Covid-19," tegas Airlangga.

(ega/ega)