DPR Diminta Beri Warning SBY Soal Kedatangan Presiden Taiwan
Selasa, 16 Mei 2006 11:54 WIB
Jakarta - Kunjungan diam-diam yang dilakukan Presiden Taiwan Chen Shui-Bian ke Batam jadi sorotan tajam dalam sidang paripurna DPR. Pimpinan DPR diminta tegas dan memberikan peringatan kepada pemerintahan SBY.Sikap tegas pimpinan DPR sangat diharapkan anggota DPR dari FBPD Ali Mochtar Ngabalin dalam interupsinya di sidang paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/5/2006)."DPR juga harus mempertanyakan kepada pemerintah agar pemerintah tidak menganggap enteng persoalan demokrasi," tegas Ngabalin.Ngabalin menilai kedatangan Presiden Taiwan ke Batam akan berpengaruh buruk terhadap hubungan RI dan Cina. Pasalnya kebijakan luar negeri RI menganut kebijakan satu Cina. Artinya, tidak mengakui Taiwan sebagai negara. Selama ini hubungan RI-Taiwan hanya terkait bisnis."Ini juga berpengaruh terhadap kepercayaan internasional kepada Indonesia," tandas dia.Dia juga meminta jika ada anggota DPR yang ikut hadir dalam pertemuan dengan Chen Shui-Bian, statusnya dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK)."Sebab saya dengar ada beberapa anggota yang ikut hadir dalam pertemuan itu," katanya.Presiden Taiwan Chen Shui-Bian berada di Batam pada 11 Mei lalu dengan alasan pesawat yang ditumpanginya, China Airlines, mengalami masalah teknis setelah terbang selama sekitar delapan jam dari Libia, Afrika Utara dengan tujuan utama menuju Taiwan.Sambil menunggu pesawatnya dapat berangkat kembali menuju Taiwan pada 12 Mei, Chen Shui-Bian mengunjungi Batam Industrial Estate.
(umi/)











































