Sudah Makan Lewat Mulut, Kondisi Soeharto Membaik
Selasa, 16 Mei 2006 11:42 WIB
Jakarta - Senyuman mulai mengembang di bibir mantan Presiden Soeharto. Setelah makan lewat selang sejak pascaoperasi hingga Senin kemarin, kini Soeharto sudah bisa makan secara manual.Kondisi kesehatan penguasa Orde Baru itu berangsur membaik. Namun fungsi ginjal masih terganggu.Demikian disampaikan Ketua Tim Dokter Kepresidenan Dr Mardjo Soebiandono Sp.B dalam jumpa pers di Auditorium RSPP, Jalan Kiai Madja, Jakarta Selatan, Selasa (16/5/2006)."Masa kritis memang belum terlampaui. Bapak memiliki beberapa organ yang sudah terganggu. Tetapi pendarahannya hari ini sudah berhenti meski HB turun menjadi 8,8 gram persen," kata Mardjo.Menurut dia, obat-obatan Soeharto distop dengan risiko. "Mudah-mudahan dengan penyetopan ini semua menjadi membaik. Pemberian asupan makanan kita usahakan tercapai. Kalau kemarin lewat selang dan infus, mulai hari ini diberikan makanan lewat mulut seperti snack.Hari ini bapak sudah tidak kelihatan lemah, mulai bisa tersenyum," paparnya.Fungsi ginjal Soeharto masih terganggu karena terjadi penutupan dan peningkatan, serta direncanakan dapat transfusi darah sebanyak 2 labu (kantong).Direktur RSPP Dr Adji Suprajitno menyatakan hal yang sama. Dijelaskan dia, Soeharto dalam keadaan sadar penuh, mual sangat berkurang, fungsi saluran cerna bertambah baik, pendarahan sudah berhenti, HB 8,8 gram persen."Direncanakan mendapatkan transfusi darah. Asupan makanan melalui saluran cerna mulai dapat ditingkatkan. Fungsi paru relatif baik, fungsi ginjal relatif terganggu," kata Adji.
(aan/)











































