Anggota Parlemen Hirsi Ali Ternyata Ilegal

Politik Belanda Gempar

Anggota Parlemen Hirsi Ali Ternyata Ilegal

- detikNews
Selasa, 16 Mei 2006 11:36 WIB
Den Haag - Ayaan Hirsi Ali, eks pencari suaka dan anggota parlemen yang melambung karena mengeksploitasi isu-isu Islam, ternyata ilegal. Statusnya kini stateless.Wanita asal Somalia itu kini terancam status kewarganegaraan Belandanya dicabut, karena diperoleh secara tidak sah. Ayaan terbukti berbohong mengenai dua hal paling mendasar dalam permohonan suaka dan kemudian naturalisasi.Menteri Urusan Orang Asing, Rita Verdonk, dalam surat jawabannya (Senin, 15/5/2006) atas pertanyaan Tweede Kamer (parlemen), menjelaskan bahwa Ayaan dianggap tidak pernah mendapat kewarganegaraan Belanda, karena data pribadinya tidak sesuai. Pertama soal namanya. Nama belakang atau nama famili Ali ternyata bohong dan merupakan hasil karangannya. Nama sebenarnya adalah Magan. Jadi sebenarnya dia bernama Ayaan Hirsi Magan. Selain itu dia ternyata juga memalsu usia. Dia lahir 13 November 1969, tapi mengaku 1967.Dalam berbagai kesempatan, Ayaan telah mengakui sendiri bahwa dia berbohong dalam memperoleh suaka dan kewarganegaraan Belanda. Namun ketika itu belum ada reaksi dari kalangan politik dan rakyat Belanda, karena dia masih dilihat sebagai pahlawan karena keberaniannya mengeksploitasi isu islam, seperti isu pemotongan klitoris pada wanita muslim, kawin paksa, menyebut Nabi Muhammad sebagai pedofil, kekerasan terhadap wanita, dll. Soal kekerasan itu diilustrasikan dalam film pendek Submission bersama sineas Theo van Gogh.Situasi baru meledak dan tidak menguntungkan Ayaan, ketika programa Zembla dari VARA (Kamis, 11/5/2006) menyiarkan bahwa cerita Ayaan ketika mengajukan suaka bahwa dia mengalami kawin paksa oleh ayahnya (dipaksa kawin dengan keluarga dekat) dan kalau menolak akan dibunuh, ternyata tidak sesuai fakta.Untuk programa ini Zembla, siaran dokumenter yang kredibel, melakukan investigasi jejak Ayaan dan pihak-pihak terkait di Belanda, Somalia, Kenya, hingga Kanada.Zembla mengungkap dengan mewawancarai kakak Ayaan di Somalia bahwa Ayaan justru sangat senang dengan perkawinan itu. Ayaan bahkan hadir dalam pelaminan. Keterangan ini diperkuat tantenya, yang juga menegaskan bahwa Ayaan hadir dalam prosesi perkawinan. Ibu Ayaan (hidup cerai, mantan suaminya menetap di London) tidak mau diwawancarai karena takut keterangannya akan merugikan Ayaan.Belakangan setelah situasi meledak, kakak Ayaan menarik keterangannya. Namun redaksi Zembla mengetahui bahwa Ayaan menelpon kakaknya setelah siaran itu. Redaksi tetap dengan keterangan sang kakak dalam siarannya.Kontroversi seputar Ayaan semakin berlipat, karena pernyataan bahwa Ayaan mengalami perang sampai 5 kali ternyata sesuai investigasi Zembla tidak klop. Sebelum perang meletus di Somalia, dia dan keluarganya sudah lari ke Kenya dengan status sebagai pengungsi. Bahkan dia sekolah atas biaya badan PBB untuk pengungsi, UNHCR. Seseorang yang sudah berstatus pengungsi di suatu negara tidak bisa mengajukan status yang sama di Belanda. Jika Ayaan jujur dari awal, dia pasti dikembalikan ke Kenya, negara pertama yang memberinya status pengungsi. Apalagi dia ternyata juga tidak langsung datang dari Somalia ke pintu imigrasi Belanda, melainkan dari Jerman, lalu dengan menumpang kereta masuk ke Belanda. (es/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads