Pedagang Tahu-Tempe di Rangkasbitung Kembali Jualan Usai Mogok 3 Hari

Fathul Rizkoh - detikNews
Jumat, 25 Feb 2022 09:59 WIB
Pedagang tahu dan tempe di Pasar Rangkasbitung, Lebak kembali berjualan usai mogok 3 hari (Fathul/detikcom)
Pedagang tahu dan tempe di Pasar Rangkasbitung, Lebak, kembali berjualan setelah mogok 3 hari. (Fathul/detikcom)
Lebak -

Pedagang tahu dan tempe di Pasar Rangkasbitung, Lebak, Banten, sempat mogok jualan selama tiga hari sebagai bentuk protes harga kedelai melonjak. Pedagang tahu dan tempe sudah mulai berjualan kembali, walau ukuran tahu dan tempe jadi mengecil.

"Iya sudah jualan lagi. Kemarin kan nggak jualan tiga hari," ucap salah satu pedagang di Pasar Rangkasbitung, Kokom, Jumat (25/2/2022).

Kokom mengatakan satu bungkus tahu berisi 8 kotak dijual dengan harga Rp 10 ribu. Kemudian, untuk tempe berukuran besar dijual Rp 10 ribu, sementara tempe ukuran kecil dijual Rp 8 ribu.

Menurut Kokom, ukuran tahu dan tempe sudah mengecil sebelum aksi mogok berlangsung. Ukuran tahu dan tempe tidak diperbesar karena harga kacang kedelai masih merangkak naik walau mereka sudah mogok berjualan.

"Kalau kata perajin mah masih naik (usai mogok), makanya ukuran tahu sama tempenya masih kecil," tuturnya.

Kokom menjelaskan sering mendapat keluhan dari pembeli lantaran ukuran tahu dan tempe mengecil. Meski begitu, tahu dan tempe yang dia jual masih tetap dibeli.

Kokom berharap harga kacang kedelai bisa segera kembali normal. Dirinya tak ingin terus-menerus mendengar keluhan pembeli.

"Ya pembeli mah biasa ngomel, ngomel gitu doang, tapi tetap dibeli. Ya penginnya mah cepet normal gitu, ya, pusing soalnya," jelas Kokom.

Salah satu pembeli, Fitriani, mengaku hampir setiap hari mengonsumsi tempe. Meski ukuran tempe mengecil, dia tidak keberatan untuk tetap membelinya.

"Hampir setiap hari beli, karena tempe bisa diolah jadi apa saja. Nggak masalah sebenarnya, tapi ya penginnya mah ukuran balik lagi jadi normal," kata Fitriani.

Sebelumnya, pedagang tahu dan tempe di Pasar Rangkasbitung mogok jualan selama tiga hari. Aksi ini merupakan bentuk protes gara-gara harga kedelai yang melonjak.

Pantauan detikcom di Pasar Rangkasbitung, Senin (21/2), tidak ada satu pun penjual tahu dan tempe yang berjualan. Kios-kios para pedagang tahu dan tempe tampak ditutup menggunakan terpal.

"Nggak jualan, libur dulu. Kan pada mogok tiga hari karena harga kedelai naik," ujar salah satu pedagang sayur, Tini, di Pasar Rangkasbitung.

Sebagai informasi, harga kedelai bagi perajin berada di rentang Rp 11.000-12.000 per kilogram (kg). Padahal harga kedelai pernah berada di rentang harga Rp 5.000-10.000 kg.

Lihat juga video 'Harga Kedelai Bikin Perajin Tempe Mogok Produksi, Pemerintah Punya Solusi?':

[Gambas:Video 20detik]



(drg/drg)