Ini Pertimbangan Hakim Vonis Eks Dirut Sarana Jaya 6,5 Tahun Penjara

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 24 Feb 2022 22:45 WIB
Mantan Dirut Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan dituntut 6 tahun dan 8 bulan penjara serta denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.
Yoory Corneles Pinontoan (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Mantan Direktur Utama (Dirut) Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan, divonis 6,5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Apa pertimbangan hakim menjatuhkan vonis tersebut?

Hakim mengatakan hal yang memberatkan vonis 6,5 tahun penjara adalah Yoory sebagai pejabat negara dapat merusak kepercayaan masyarakat. Yoory merupakan Dirut Sarana Jaya yang menjalankan program Pemprov DKI Jakarta.

"Terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi kolusi dan nepotisme. Terdakwa sebagai pejabat negara, Dirut Sarana Jaya, yang menjalankan program Pemprov DKI dapat merusak kepercayaan terhadap lembaga pemerintah, khususnya Pemprov DKI Jakarta," kata hakim saat sidang di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakpus, Kamis (24/2/2022).

Sedangkan hal yang meringankan adalah Yoory belum pernah dihukum. Selain itu, Yoory mengaku bersalah dan menyesalinya.

"Hal yang meringankan, Terdakwa mengaku belum pernah dihukum, Terdakwa punya tanggungan keluarga, Terdakwa tidak menikmati, Terdakwa mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya," ucap hakim.

Sebelumnya diketahui, Yoory Corneles Pinontoan divonis 6,5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Yoory dinyatakan bersalah memperkaya orang lain terkait pembelian tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur.

"Mengadili, menyatakan Terdakwa Yoory Corneles telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," ujar hakim ketua Saifuddin Zuhri di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Kamis (24/2).

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun dan 6 bulan pidana dan denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan," imbuhnya.

(whn/fas)