ADVERTISEMENT

Ketua Fraksi PKB Minta Menag Cabut Aturan Pengeras Suara di Masjid!

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Kamis, 24 Feb 2022 19:20 WIB
Cucun Syamsurizal
Cucun Syamsurizal (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPR RI menilai surat edaran tersebut hanya memicu kontroversi dan meminta segera dicabut.

"Selama ini secara umum tidak ada keluhan terkait penggunaan pengeras suara di masjid dan musala di Tanah Air. Justru dengan adanya SE Menag terkait aturan penggunaan pengeras suara di masjid dan musala ini, polemik dan perdebatan publik muncul. Sebaiknya dicabut saja aturan tersebut," ujar Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal kepada wartawan, Kamis (24/2/2022).

Ketua DPP PKB itu mengaku menerima banyak aspirasi masyarakat yang keberatan terhadap SE Menag tersebut. Cucun menyebut mereka merasa aturan tersebut hanya membatasi syiar dan dakwah Islam.

"Yang tidak tertangkap dalam aturan terbaru pengaturan pengeras suara di masjid dan musala adalah bahwa di kampung-kampung yang homogen dan mayoritas beragama Islam suara bacaan Al-Qur'an, selawatan, maupun pengajian justru merupakan hiburan tersendiri," ujarnya.

"Kalau ini sampai dibatasi dalam tempo tertentu atau hanya boleh menggunakan pengeras suara masjid untuk di dalam justru kontraproduktif," sambungnya.

Cucun menyebut surat edaran itu mencederai sikap toleransi antarmasyarakat yang selama ini telah terbentuk. Dia heran lantaran, menurutnya, selama ini tak ada masalah terkait penggunaan pengeras suara di masjid dan musala.

"Justru konsep tafahum atau saling memahami dan tasamuh (toleransi) antarmasyarakat terkait pengeras suara dari masjid dan musala yang telah terbentuk sejak puluhan tahun silam dicederai oleh surat edaran Menag ini. So far, masyarakat di daerah tidak ada masalah kok selama ini," katanya.

Dia mengungkit pengaturan penggunaan pengeras suara masjid dan musala telah diatur dalam Surat Edaran Nomor B.3940/DJ.III/Hk.007/08/2018 tentang Pelaksanaan Instruksi Dirjen Bimas Islam Nomor: KEP/D/101/1978. Dia mempertanyakan pengaturan serupa kembali diterbitkan Menag.

"Kita selama ini sebenarnya sudah diatur terkait penggunaan pengeras suara di masjid dan musala. Ini kenapa ada SE Menag lagi untuk mengatur hal yang sama. Ironisnya saat ini disampaikan ke publik justru memicu resistensi lebih besar dari umat," lanjutnya.

Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran yang mengatur penggunaan pengeras suara atau Toa di masjid dan musala. Salah satu isi aturan tersebut mengatur tentang volume pengeras suara paling besar 100 dB (seratus desibel).

"Volume pengeras suara diatur sesuai dengan kebutuhan, dan paling besar 100 dB (seratus desibel)," kata Menag Yaqut dalam keterangan tertulis, Senin (21/2/2022).

Adapun aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama No SE 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala. Aturan ini diterbitkan salah satunya untuk meningkatkan ketentraman, ketertiban, dan keharmonisan antarwarga.

Selain itu, penggunaan Toa atau pengeras suara dengan pemutaran rekaman hendaknya memperhatikan kualitas rekaman, waktu, dan bacaan akhir ayat, selawat/tahrim. Kemudian dalam surat edaran itu juga mengatur agar suara yang dipancarkan dari pengeras suara atau Toa itu memiliki kualitas bagus atau tidak sumbang dan pelafazan yang baik dan benar.

Menag Yaqut menilai penggunaan pengeras suara di masjid dan musala merupakan kebutuhan bagi umat Islam sebagai salah satu media syiar Islam di tengah masyarakat. Namun, di saat yang bersamaan, masyarakat Indonesia juga beragam latar belakang, baik agama, keyakinan, dan lainnya, sehingga diperlukan upaya untuk merawat persaudaraan dan harmoni sosial.

"Pedoman diterbitkan sebagai upaya meningkatkan ketenteraman, ketertiban, dan keharmonisan antarwarga masyarakat," kata Menag Yaqut.

Simak Video 'Kemenag Klarifikasi Pernyataan Menag Yaqut soal Toa Masjid dan Suara Anjing':

[Gambas:Video 20detik]



(fca/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT