Koalisi Rakyat Kembali Tuntut Anies Cabut Pergub Penggusuran Era Ahok

ADVERTISEMENT

Koalisi Rakyat Kembali Tuntut Anies Cabut Pergub Penggusuran Era Ahok

Nahda Rizky Utami - detikNews
Kamis, 24 Feb 2022 14:00 WIB
Koalisi Rakyat Tolak Penggusuran kembali demo di Balai Kota DKI. Mereka meminta Anies Baswedan mencabut pergub penggusuran era Ahok. (Nahda RU/detikcom)
Foto: Koalisi Rakyat Tolak Penggusuran kembali demo di Balai Kota DKI. Mereka meminta Anies Baswedan mencabut pergub penggusuran era Ahok. (Nahda RU/detikcom)
Jakarta -

Koalisi Rakyat Menolak Penggusuran kembali mendatangi gedung Balai Kota DKI Jakarta. Mereka meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut Peraturan Gubernur Nomor 207 Tahun 2016 tentang Penertiban Pemakaian/Penguasaan Tanah Tanpa Izin Yang Berhak.

Pantauan detikcom, Kamis (24/2/2022), massa Koalisi Rakyat Menolak Penggusuran terdiri dari pria dan wanita. Di antara massa yang mendatangi gedung Balai Kota DKI Jakarta juga terdapat sejumlah anak-anak.

Terlihat juga aparat kepolisian berjaga di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta. Beberapa polisi terlihat mengenakan baju alat pelindung diri (APD).

Massa menuntut Anies mencabut aturan penggusuran di zaman Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. Mereka menyinggung dukungan terhadap Anies di Pilgub DKI 2017 lalu.

Koalisi Rakyat Tolak Penggusuran kembali demo di Balai Kota DKI. Mereka meminta Anies Baswedan mencabut pergub penggusuran era Ahok. (Nahda RU/detikcom)Mereka meminta Anies Baswedan mencabut pergub penggusuran era Ahok. (Nahda RU/detikcom)

"Hari ini kami warga negara Indonesia sekaligus warga negara DKI untuk itu hadir ingin bertemu Bapak Gubernur yang di mana dulu memenangkan pemilu akibat duel dengan Ahok dan sekarang Pergub Nomor 207 Tahun 2016 dimana pergub tersebut berbicara tentang penertiban lahan dan melarang untuk menduduki tanpa izin yang berhak," kata Perwakilan Massa Aksi Rauf di depan gedung Balai Kota Jakarta, Rabu, (24/2/2022).

Massa Berharap Ditemui Anies

Massa juga datang untuk meminta bukti konkret Anies soal akuntabilitas kerja dan pelayanan kepada masyarakat.

"Hari ini kami datang untuk bertemu Pak Anies Baswedan selaku Gubernur DKI yang setiap hari bicara akuntabilitas kerja, multi pelayanan yang baik. Mulai hari ini kami datang untuk membuktikan itu," sambungnya.

Koalisi Rakyat Tolak Penggusuran kembali demo di Balai Kota DKI. Mereka meminta Anies Baswedan mencabut pergub penggusuran era Ahok. (Nahda RU/detikcom)Polisi ber-APD amankan demo (Nahda RU/detikcom)

Massa menyatakan menunggu Anies untuk menemui mereka. Mereka meminta Anies untuk segera mencabut Peraturan Gubernur Nomor 207 Tahun 2016.

"Kita akan menunggu apakah Pak Gubernur akan hadir menemui kita atau hanya akan membiarkan aparat kepolisian aparat bersenjata untuk hadir menghadapi kita dengan senjata kita yang seadanya dengan kardus berkas kita buat. Kampanye tuntutan kita lagi-lagi kita semua hadir di depan Balai Kota Gubernur DKI," jelas Rauf.

Di lokasi yang sama, Perwakilan Forum Pancoran Bersatu, Lilik Sulistyo, mengatakan mereka berharap mendapatkan tanggapan dari Anies. Lilik mengatakan bersama warga Pancoran lain terancam digusur.

"Karena tanggal 10 (Februari) kita sempat ke sini, ketua kami datang ke sini untuk memberikan surat tapi belum ada respons dari Bapak Gubernur. Makanya kita mendorong teman-teman KRMP untuk meminta Bapak Anies mencabut pergub itu karena selama dari kita memberikan surat ke Bapak Anies belum ada tanggapan," ucap Lilik.

Dia berharap Anies atau Pemprov DKI memberikan respons terhadap tuntutan mereka. Massa menilai Peraturan Gubernur Nomor 207 Tahun 2016 tentang Penertiban Pemakaian/Penguasaan Tanah Tanpa Izin Yang Berhak melanggar HAM.

Koalisi Rakyat Tolak Penggusuran kembali demo di Balai Kota DKI. Mereka meminta Anies Baswedan mencabut pergub penggusuran era Ahok. (Nahda RU/detikcom)Aparat kepolisian berjaga di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta (Nahda RU/detikcom)

"Kita tetap akan mendesak Bapak Anies Baswedan untuk mencabut atau nggak Bapak Anies Baswedan menghubungi kita, diskusi atau seperti apa," katanya.

Simak isi tuntutan massa di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT