Eks Kadisbud Denpasar Bali Divonis 3 Tahun Bui Korupsi Dana Sesajen

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 24 Feb 2022 13:46 WIB
Eks Kadisbud Denpasar divonis 3 tahun bui korupsi dana sesajen
Eks Kadisbud Denpasar divonis 3 tahun bui korupsi dana sesajen (Foto: Istimewa)
Denpasar -

Mantan Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Kota Denpasar, Bali I Gusti Ngurah Bagus Mataram divonis 3 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Denpasar.

"Majelis Hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Drs. I Gusti Ngurah Bagus Mataram dengan pidana penjara selama 3 tahun," kata Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, I Putu Eka Suyantha dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (24/2/2022).

Pidana selama 3 tahun tersebut dikurangi masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa. Majelis hakim juga memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan.

Sidan putusan dugaan korupsi I Gusti Ngurah Bagus Mataram dilaksanakan pada Kamis (24/2) sekitar pukul 10.00 WITA di Ruang Sidang Cakra PN Tipikor Denpasar. Dalam sidang tersebut Majelis Hakim menyatakan terdakwa I Gusti Ngurah Bagus Mataram telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Putusan Majelis Hakim tersebut sebagaimana telah diatur dalam Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999. UU ini sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jis. Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Eka mengatakan, selain menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana denda terhadap terdakwa I Gusti Ngurah Bagus Mataram sebesar Rp 50 juta. Bila dibayar, terdakwa akan mendapatkan subsidair 3 bulan kurungan.

Tak hanya itu, Majelis Hakim juga menjatuhkan uang pengganti sebesar Rp 155 juta dengan subsidair 3 bulan penjara dan menetapkan uang titipan sebesar Rp 1.022.258.750. Uang titipan Rp 1 miliar lebih itu akan disetorkan kepada kas negara.

"Bahwa untuk menanggapi putusan yang dibacakan Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum dan Penasihat Hukum Terdakwa menyatakan pikir-pikir," jelas Eka.

Sebelumnya, mantan Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Kota Denpasar I Gusti Ngurah Bagus Mataram dituntut 4 tahun penjara. Ia dituntut pidana penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Denpasar.

Bagus dituntut penjara atas dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali dan Pemerintah Kota Denpasar berupa aci-aci dan sesajen tahun anggaran 2019-2020 pada Dinas Kebudayaan Kota Denpasar.

"JPU menjatuhkan (tuntutan) pidana penjara selama 4 tahun," kata Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Denpasar I Putu Eka Suyanta dalam keterangan tertulis, Kamis (17/2/2022).

Bukan hanya pidana penjara, JPU Kejari Denpasar menuntut Bagus dengan pidana denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan dengan pidana tambahan uang pengganti sebesar Rp 1.022.258.750 subsider 1 tahun penjara.

JPU menilai Terdakwa terbukti sah dan meyakinkan melanggar dakwaan kesatu primer, yaitu Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Aturan tersebut sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junctis Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Adapun pertimbangan jaksa penuntut umum dalam tuntutannya yaitu Terdakwa telah memenuhi unsur-unsur sebagaimana dengan pasal yang dibuktikan, sesuai dengan fakta hukum yang diperoleh di persidangan," terang Eka.

(mud/mud)