Cegah Soal Bocor, Depdiknas Kerahkan Tim Pemantau UN
Selasa, 16 Mei 2006 10:07 WIB
Jakarta - Ujian Nasional (UN) 2006 tingkat SLTA digelar serempak secara nasional, termasuk di wilayah DKI Jakarta. Mengantisipasi kemungkinan kebocoran soal, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mengerahkan tim pemantau independen yang berasal dari berbagai perguruan tinggi.Tim independen yang dibentuk atas SK Mendiknas ini bertugas memantau pelaksanaan UN mulai dari pengecekan sampul sampai kepada pengawasan guru-guru di kelas. Setiap sekolah ditempatkan 1 orang tenaga pemantau independen.Berdasarkan pemantauan detikcom di SMU Suluh, Jl Palapa Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (16/5/2006), di depan setiap ruang kelas ditempel denah tempat duduk peserta UN berupa nomor ujian dan foto siswa. Ditempel pula contoh lembar jawaban dan jadwal pelajaran yang diujikan.Para siswa sudah mulai bersiap mengikuti UN sejak pukul 07.00 WIB. Pengawas ujian mulai masuk kelas dengan memperlihatkan sampul ujian kepada siswa dan menunjukkan bahwa soal masih disegel. Pengawas juga membacakan tata tertib ujian. Pukul 08.00 WIB tepat, ujian UN dimulai. Menurut jadwal, pengeleman sampul dilakukan setelah selesai ujian oleh pengawas. 10 Menit sebelum selesai ujian, panitia terlebih dahulu mengecek beberapa ruangan guna melihat lembar jawaban dari siswa.Kepala SMU Suluh Pasar Minggu, Empong Heryani, mengatakan, ada sekitar 30 pengawas UN yang ditempatkan di sekolahnya. Mereka berasal dari 16 sekolah yang merupakan sanggar 11 atau rayon SMU Suluh. Setiap ruangan ditempatkan 2 pengawas untuk memantau 20 peserta ujian. Khusus untuk SMU Suluh, tim independen yang ditempatkan untuk memantau pelaksanaan UN berasal dari dosen Universitas Pancasila.Ujian Nasional (UN) 2006 ini akan berlangsung 16 hingga 18 Mei 2006. Hari pertama mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, hari kedua Bahasa Inggris, dan hari ketiga Matematika.
(san/)











































