Keluarga Naek Minta Artis Lidya Pratiwi Dihukum Berat

Keluarga Naek Minta Artis Lidya Pratiwi Dihukum Berat

- detikNews
Selasa, 16 Mei 2006 08:08 WIB
Jakarta - Keluarga Naek Gonggom Hutagalung (33) meminta pembunuh Naek dihukum seberat-beratnya. Hingga kini, polisi menahan empat orang tersangka pembunuh Naek termasuk artis sinetron Lidya Pratiwi."Ini masalah nyawa yang hilang, kalau cuma harta mungkin kami masih bisa rela karena uang masih bisa dicari," kata Ida Hutagalung, kakak Naek ketika dihubungi detikcom, Selasa (16/5/2006).Ida juga mengungkapkan keluarga Naek mengalami syok terhadap pembunuhan Naek. "Kami sama sekali tidak mengerti apa kesalahan Naek," kata Ida.Lidya dibekuk polisi pada Kamis (11/5/2006) lalu dan sekarang harus meringkuk di Rutan Polres Jakarta Utara. Selain Lidya, turut ditahan polisi adalah ibu Lidya yang bernama Vince Yusuf, paman Lidya bernama Tony Yusuf dan seorang satpam bernama Ade Sukardi. Korban yang dihabisi komplotan Lidya adalah seorang pria ganteng bernama Naek Gonggom Hutagalung (33). Naek dikenal sebagai seorang pengusaha yang juga dekat dengan kalangan selebriti. Dia juga dikenal sebagai seorang model. Naek dihabisi oleh komplotan ini di Hotel Putri Duyung, Ancol, Jakarta Utara, pada Jumat 28 April 2005.Mayat pria itu ditemukan dalam keadaan terikat dan ada bekas tusukan benda tajam di tubuh korban. Semula, mayatnya tidak diketahui identitasnya karena tak ada tanda pengenal di badannya. Setelah dibawa ke RSCM dan ada kerabatnya yang datang, akhirnya diketahui bahwa pria itu adalah Naek.Pembunuhan ini terjadi karena Tony Yusuf, paman Lidya, terlilit utang kepada seorang rentenir beberapa juta rupiah. Dia lalu berutang pada adiknya, Vince, yang juga ibu Lidya. Namun Vince tidak punya uang. Akhirnya munculah ide untuk mengerjai seseorang. Korban yang diincar adalah Naek, pria perlente yang kebetulan ada hati pada Lidya yang cantik.Rencana pun disusun. Tony mengajak Ade, seorang kenalannya, untuk mengeksekusi korban. Tony lalu memesan kamar Tongkol 59 Putri Duyung Cottage, Ancol. Dia menggunakan KTP palsu atas nama Hasan bin Idris, warga Tebet, Jakarta Selatan.Lidya lalu mengundang Naek jalan-jalan berdua. Semula mereka kongkow di Plaza Senayan.Setelah malam tiba, mereka meluncur ke Putri Duyung Cottage. Setiba di kamar Tongkol 59, secara tiba-tiba Naek dilumpuhkan oleh Ade dan Tony yang sudah lama bersembunyi di kamar. Lidya berpura-pura tidak terlibat dalam komplotan itu.Ade dan Tony lalu merampas harta benda Naek, termasuk ATM setelah mengantongi nomor PIN korban. Hasil rampasan lalu diserahkan kepada Vince yang menjemput Lidya dengan taksi.Di tengah penganiayaan, Naek mencium bahwa Lidya terlibat dalam perampokan itu. Hal ini membuat Tony gusar. Takut nama beken keponakannya tercemar, dia pun mencabut pisau dan menancapkannya ke badan Naek. Naek pun tewas.Komplotan ini lantas menguras ATM Naek. Ternyata, isinya tidak terlalu banyak, hanya sekitar Rp 5 juta.Lidya termasuk artis pendatang baru yang laris dan sering nongol di layar kaca. Anak pasangan Vince Yusuf dan Heriyanto ini pernah main sinetron ABG, Ande-Ande Loemoet, Untung Ada Jinny, Ntong Abu Nawas, Arjuna Mencari Cinta dan Selamat Ulang Tahun.Mahasiswi Universitas Moestopo Beragama ini juga pernah menjadi bintang iklan produk Oval Whitening, Torabika Mocca, dan Fren Mobile 8. (nal/)



Berita Terkait