ADVERTISEMENT

Membedah Pasal yang Jerat Nurhayati Jadi Tersangka Usai Lapor Korupsi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 23 Feb 2022 12:45 WIB
Poster
Ilustrasi berkaitan dengan korupsi (Edi Wahyono/detikcom)
Cirebon -

Nurhayati meratap sebab merasa sebagai orang pertama yang melaporkan perkara dugaan korupsi tapi malah belakangan terjerat sebagai tersangka. Urusan pelik ini mengundang simpati publik tetapi aparat penegak hukum merasa tak ada yang salah.

Seperti yang sudah-sudah, tentang apa pun yang viral bermula dari beredarnya video yang berjejaring di aplikasi perpesanan. Dalam video itu Nurhayati berkisah sebagai Kepala Urusan Keuangan atau Kaur atau Bendahara Desa Citemu yang berada di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar).

"Saya ingin mengungkapkan kekecewaan saya terhadap aparat penegak hukum, di mana dalam mempertersangkakan (menjadikan tersangka) saya. Saya pribadi yang tidak mengerti akan hukum itu merasa janggal, karena saya sendiri sebagai pelapor," kata Nurhayati dalam video yang beredar itu pada pertengahan bulan Februari 2022 seperti dikutip dari detikJabar.

Nurhayati mengaku selama 2 tahun terakhir telah membantu proses penyidikan dugaan korupsi yang diduga melibatkan Kepala Desa Citemu berinisial S yang belakangan diketahui bernama Supriyadi. Singkat cerita Nurhayati merasa tak adil ketika tiba-tiba dirinya terseret perkara itu.

"Di ujung akhir tahun 2021, saya ditetapkan sebagai tersangka atas dasar karena petunjuk dari Kajari," kata Nurhayati.

Perkara Diusut Polisi

Ketika dirunut awal mula perkara diketahui ternyata kasus ini diusut pihak kepolisian yaitu Polres Cirebon. Kapolres Cirebon Kota AKBP M Fahri Siregar mengamini bila awalnya Supriyadi yang menjadi tersangka dalam perkara korupsi terkait penggunaan APBDes tahun anggaran 2018-2020.

Perkara itu sudah dilimpahkan ke jaksa tetapi dikembalikan. Fahri menyebut ada petunjuk dari jaksa untuk memperdalam pengusutan perkara itu. Menurut Fahri, Nurhayati diduga terlibat dalam perkara itu meskipun belum ditemukan bukti bila Nurhayati ikut menikmati uang hasil korupsi.

"Ada pelanggaran yang dilakukan oleh tindakan oleh Nurhayati yaitu Pasal 66 Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 yang mengatur terkait masalah tata kelola regulasi dan sistem administrasi keuangan," kata Fahri.

"Seharusnya Saudari Nurhayati sebagai bendahara keuangan ini seharusnya memberikan uang kepada Kaur atau Kasi Pelaksana Anggaran. Akan tetapi uang itu tidak diserahkan kepada Kaur atau Kasi Pelaksana Kegiatan, namun diserahkan kepada Kepala Desa atau Kuwu," tambah Fahri.

Nurhayati di Cirebon Jadi Tersangka Usai Lapor Korupsi, Ini Fakta-faktanyaNurhayati (Foto: dok istimewa/tangkapan layar video viral)

Polisi Sebut Nurhayati Bukan Pelapor

Urusan perkara ini turut dipantau Polda Jabar. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo pada Selasa (22/2), seperti dilansir detikJabar, sempat meluruskan bahwa Nurhayati bukanlah pelapor perkara itu.

"Proses penyidikan kasus korupsi ini kami laksanakan secara profesional dan sesuai prosedur," kata Ibrahim.

Ibrahim menyebut kasus ini bermula dari adanya informasi atau laporan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Citemu bernama Lukmanul Hakim. Dari laporan tersebut, kata Ibrahim, polisi melakukan serangkaian penyelidikan dan mendapatkan bukti adanya tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kades bernama Supriyadi.

"Sehingga meningkat ke penyidikan dan akhirnya menetapkan Saudara Supriyadi sebagai tersangka terhadap tindak pidana korupsi yang dilakukan terhadap pelaksanaan pekerjaan tahun anggaran 2018, 2019, 2020 APBDes Desa Citemu," tuturnya.

Singkatnya, Nurhayati dianggap telah memperkaya Supriyadi. Menurut polisi, Supriyadi melakukan korupsi sebesar Rp 818 juta yang berasal dari APBDes dari tahun 2018 sampai 2020.

Supriyadi dan Nurhayati pun dijerat pidana seperti diatur dalam Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (selanjutnya disebut UU Tipikor) juncto Pasal 55 KUHP. Polisi turut menyampaikan bila ada pelanggaran lain yang dilakukan Nurhayati seperti tercantum dalam Pasal 66 Permendagri Nomor 20 Tahun 2018.

Simak juga video 'Duduk Perkara Nurhayati Jadi Tersangka Gegara Laporkan Kades Korupsi':

[Gambas:Video 20detik]



Untuk mengetahui apa isi masing-masing pasal itu silakan ke halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT