Dinkes DKI Ikut Ubah Aturan Booster Lansia, Jeda 3 Bulan Bisa Divaksin

ADVERTISEMENT

Dinkes DKI Ikut Ubah Aturan Booster Lansia, Jeda 3 Bulan Bisa Divaksin

Nahda Rizki Utami - detikNews
Selasa, 22 Feb 2022 15:47 WIB
Hand in blue medical gloves holding a vaccine vial with Covid 19 Vaccine Booster text, for Coronavirus booster shot.
Ilustrasi vaksin (Foto: Getty Images/iStockphoto/SilverV)
Jakarta -

Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan menerapkan penyesuaian vaksinasi booster untuk lansia di atas 60 tahun sesuai dengan ketentuan baru dari Kementerian Kesehatan. Dosis booster dapat diberikan dengan jeda minimal tiga bulan setelah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau primer lengkap.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti mengatakan pihaknya akan mengikuti penyesuaian aturan tersebut. Saat ini masyarakat lansia dapat memanfaatkan kesempatan booster lebih cepat.

"Masyarakat lansia dapat memanfaatkan kesempatan booster lebih cepat, ini untuk meningkatkan imunitas. Pastikan tiket ketiga sudah keluar di aplikasi PeduliLindungi dan segera vaksin," jelas Widyastuti dalam keterangan tertulis, Selasa, (22/2/2022).

Vaksin yang diberikan adalah regimen vaksin COVID-19 yang tersedia di lapangan dan sudah mendapatkan emergency use authorization (EUA) dari BPOM. Vaksin itu juga sesuai dengan rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group of Immunization (ITAGI).

Widyastuti menjelaskan lansia yang menggunakan vaksin primer Sinovac dapat menerima booster dengan dosis Pfizer atau setengah dosis AstraZeneca atau satu dosis Moderna. Sedangkan lansia yang menggunakan vaksin primer AstraZeneca dapat menerima booster satu dosis sesama AstraZeneca atau setengah dosis Pfizer atau setengah dosis Moderna.

"Masyarakat lansia yang menggunakan vaksin primer Sinovac dapat menerima booster setengah dosis Pfizer atau setengah dosis AstraZeneca atau satu dosis Moderna," ujar Widyastuti.

"Lalu masyarakat lansia yang menggunakan vaksin primer AstraZeneca dapat menerima booster satu dosis sesama AstraZeneca atau setengah dosis Pfizer atau setengah dosis Moderna," tambahnya.

Lebih lanjut Widyastuti menjelaskan lansia yang menggunakan vaksin primer Pfizer dapat menerima booster satu dosis AstraZeneca atau setengah dosis Moderna. Sedangkan masyarakat lansia yang menggunakan vaksin primer Moderna dapat menerima booster setengah dosis sesama Moderna.

"Masyarakat lansia yang menggunakan vaksin primer Pfizer dapat menerima booster satu dosis AstraZeneca atau setengah dosis Moderna. Sedangkan masyarakat lansia yang menggunakan vaksin primer Moderna dapat menerima booster setengah dosis sesama Moderna," imbuh Widyastuti.

Sementara itu, lansia yang menggunakan vaksin primer Sinopharm dapat menerima booster satu dosis sesama Sinopharm. Widyastuti mengatakan capaian vaksinasi COVID-19 di Jakarta untuk dosis primer telah melebihi target yang ditetapkan.

"Masyarakat lansia yang menggunakan vaksin primer Sinopharm dapat menerima booster satu dosis sesama Sinopharm," jelas Widyastuti.

"Capaian vaksinasi COVID-19 di Jakarta untuk dosis primer kini telah melebihi target yang ditetapkan. Total dosis 1 sebanyak 12.395.035 orang (122,9%) dan total dosis 2 kini mencapai 10.378.368 orang (102,9%). Sedangkan, total dosis 3 sampai saat ini sebanyak 1.146.524 orang," sambungnya.

Widyastuti mengimbau kepada masyarakat untuk tidak pilih-pilih terkait merek vaksin. Widyastuti menegaskan semua merek vaksin aman sehat dan bermanfaat.

"Masyarakat juga diimbau agar tidak pilih-pilih terkait merek vaksin, karena petugas kesehatan akan membantu memberikan vaksin terbaik yang tersedia di fasilitas kesehatan maupun sentra vaksinasi terdekat," ujar Widyastuti.

"Semua merek vaksin aman, sehat, bermanfaat, dan berkualitas," sambungnya.

Simak Video 'Jokowi: 69% Pasien Meninggal Omicron Lansia & Warga yang Belum Vaksin':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/yld)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT