Kondisi Pasien Flu Burung di Karo Mulai Membaik
Senin, 15 Mei 2006 22:07 WIB
Medan - Satu-satunya pasien suspect flu burung asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) yang saat ini dirawat di di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik, Medan, dilaporkan mulai membaik. Namun hingga saat ini masih dalam perawatan intensif di ruang isolasi rumah sakit tersebut. Secara medis, kondisi Jones Ginting, 25 tahun, mulai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Keterangan Luhur Suroso, Ketua Tim Penanggulangan Flu Burung RSUP Adam Malik menyebutkan, hasil foto rontgen menunjukkan kondisi pneumonia yang dialami Jones sudah semakin berkurang. Selain itu batuk dan demam juga sudah berkurang. "Perkembangan pasien semakin membaik. Tetapi kita tetap melakukan penanganan intensif. Kemungkinan daya tahan kekebalan tubuh Jones lebih bagus dari korban lain. Sehingga dia bisa selamat walaupun sempat mengalami pneumonia luas," kata Luhur Suroso kepada wartawan, di RSUP Adam Malik, Jalan Bungalow Medan, Senin (15/5/2006). Dari enam pasien orang pasien suspect flu burung yang sempat dirawat di Adam Malik, sejak 8 Mei lalu Jones merupakan satu-satunya pasien yang masih dirawat di sana. Empat lainnya sudah meninggal dunia RSUP Adam Malik. Sedangkan seorang lagi, Terang Ginting, wanita berusia 35 tahun, kini dirawat di RS Elizabeth. Terang sebelumnya sempat dirawat di Adam Malik namun kemudian memaksa pulang. Belakangan karena kondisinya mengkhawatirkan, keluarga mengantarkan Terang ke RS Elizabeth di Jalan Haji Misbah Medan. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Fatni Sulani menyatakan, secara epidemiologis, masih belum dapat ditentukan sumber penularan yang pasti. Tetapi diduga kuat masih berasal dari satu sumber yang sama. Bahkan, belum diketahui adanya penularan dari manusia ke manusia, sehingga perlu terus dilakukan pengamatan secara terus menerus. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Dinas Kesehatan bersama Dinas Peternakan, di Desa Kubu Simbelang, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Tanah Karo, yang merupakan desa awal para korban, baik unggas maupun pupuk kandang yang masuk ke desa yang diduga menjadi sumber penularan sejauh ini diduga negatif virus flu burung. Namun untuk lebih memastikan apakah unggas ataupun binatang lain di desa tersebut terinfeksi virus tersebut, sudah dikirimkan specimen dari babi, itik dan hewan lainnya yang ada di desa tersebut ke Balai Veteriner Bandung untuk diteliti lebih lanjut.
(atq/)











































