Haris Pertama Tuding Cuitan 'Allahmu Lemah' Ferdinand Bikin Publik Gaduh

ADVERTISEMENT

Sidang Kasus 'Allahmu Lemah'

Haris Pertama Tuding Cuitan 'Allahmu Lemah' Ferdinand Bikin Publik Gaduh

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 22 Feb 2022 14:25 WIB
Haris Pertama Jadi Saksi Sidang Ferdinand Hutahaean
Haris Pertama jadi saksi sidang Ferdinand Hutahaean. (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Ketua KNPI Haris Pertama menyebut cuitan Ferdinand Hutahaean soal 'Allahmu lemah, Allahku kuat' membuat gaduh di masyarakat. Haris mengatakan salah satu alasan dia melaporkan Ferdinand adalah cuitannya membuat gaduh.

"Yang saya lihat sangat viral ya, bahkan trending topic ya, dan demi mencegah adanya kegaduhan di dunia nyata. Kita melaporkan ke pihak polisi agar pihak polisi bisa melakukan penyelidikan dan hasil kajian tim hukum DPP KNPI ada delik pidana," ujar Haris saat bersaksi di PN Jakpus, Selasa (22/2/2022).

"Dan alhamdulillah polisi menyatakan ada delik pidana. Saat kita di SPKT, akhirnya laporan kita diterima," lanjutnya.

Menurut Haris, sejumlah warga bahkan ingin menggelar demo atas cuitan Ferdinand itu. Haris mengatakan, untuk mencegah aksi, dia akhirnya melaporkan Ferdinand ke polisi.

"Ya KNPI di daerah sudah mau melakukan gerakan massa. Saya sebagai Ketum ingin menghentikan karena pandemi. Namun ada juga gerakan di Solo, teman-teman mahasiswa juga sempat demo, di Bengkulu, Solo demo, Sulsel juga ada demo. Jadi memang yang kami laporkan ini guna mencegah kegaduhan tersebut agar tak berkembang, apalagi masih pandemi COVID. Makanya kita bisa lihat respons setelah laporan DPP KNPI itu bermunculan dukungan-dukungan dari semua kalangan, dan dukungan itulah kita merasa berhasil meredam bagaimana nggak terjadi gejolak sosial di masyarakat," jelasnya.

Dalam sidang ini, Ferdinand Hutahaean didakwa menyiarkan kebohongan dan menimbulkan keonaran serta menimbulkan kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA. Perbuatan Ferdinand itu merujuk pada salah satu cuitannya di media sosial yang menyebutkan 'Allahmu lemah'.

Ferdinand pun didakwa melakukan perbuatan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (selanjutnya disebut UU ITE) atau Pasal 156a huruf a dan/atau Pasal 156 KUHP.

Simak Video 'Haris Pertama Duga Cuitan Ferdinand soal 'Allahmu Lemah' Emosi ke Bahar':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT