ADVERTISEMENT

Kemlu Dorong Penyelidikan Hilangnya 7 ABK WNI di Mauritius

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 22 Feb 2022 13:49 WIB
Plh Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Judha Nugraha
Plh Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Judha Nugraha. (Zakia/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mendorong penyelidikan atas hilangnya 7 orang anak buah kapal (ABK) WNI di Mauritius tahun lalu. Kemlu telah menyampaikan nota diplomatik sebagai upaya komunikasi intensif terkait kejelasan nasib 7 ABK tersebut.

"Berbagai langkah dilakukan oleh Kemlu dan KBRI Antananarivo. Selain komunikasi intensif, ada tujuh nota diplomatik yang telah dilayangkan ke Kementerian Luar Negeri Mauritius untuk mendorong penyelidikan dan kejelasan nasib tujuh ABK WNI kita," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Judha Nugraha, dikutip dari Antara, Selasa (22/2/2022).

Adapun 6 di antara ABK yang hilang merupakan kru kapal Wei Fa, sedangkan 1 ABK lainnya merupakan kru kapal De Hai. Kedua kapal tersebut merupakan kapal ikan berbendera Taiwan.

Sementara itu, berdasarkan keterangan saksi mata, kapal Wei Fa dan kapal De Hai meninggalkan dermaga Mauritius pada 26 Februari 2021 sebelum dinyatakan hilang di laut.

Judha mengatakan pada 2 Maret 2021, aparat keamanan Mauritius menarik kembali kapal Wei Fa ke Ibu Kota Port Louis tetapi 7 ABK tidak ditemukan.

"Aparat Mauritius telah melakukan penyelidikan terhadap semua kru kapal yang ada dan terdapat indikasi tindakan kriminal," kata Judha.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan resmi kepolisian Mauritius tentang hilangnya 7 ABK WNI pada September 2021, KBRI Antananarivo meminta hasil penyelidikan dan mendorong dilakukannya penindakan hukum jika ditemukan tindak kriminal.

"Kami juga berkoordinasi dengan Taipei karena kapalnya berbendera Taiwan untuk memastikan pemenuhan hak ketujuh ABK kita. Terakhir, kami mendapat informasi sebagian ABK kita mendapat asuransi yang telah diberikan kepada keluarga mereka," tuturnya.

(yld/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT