Pemerintah Takkan Paksa Warga Merapi yang Emoh Mengungsi
Senin, 15 Mei 2006 19:44 WIB
Jakarta - Menko Kesra Aburizal Bakrie melaporkan hasil kunjungannya ke kawasan Gunung Merapi pekan lalu kepada Presiden SBY, Senin (15/5/2006). Hadir bersamanya adalah Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Sementara itu, SBY akan menjenguk Merapi Selasa besok."Pemerintah tidak bisa memaksa. Bagaimana menyuruh orang secara paksaan. Tidak bisa dong," kata Aburizal.Berikut ini wawancara wartawan dengan menteri yang akrab dipanggil Ical ini:Bagaimana antisipasi bencana Merapi?Dana yang diberikan sudah Rp 20 miliar. Kalau misalnya kebutuhan untuk hidup, makan, kan cuma untuk kira-kira sekitar Rp 3.000/orang. Persiapan hidup untuk penduduk yang mengungsi di sana, katakanlah hanya 10.000 jiwa. Itu totalnya baru Rp 14 juta. Sebulan baru Rp 12 miliar. Kalau dari segi dana, tidak jadi masalah. Tapi sekarang bagaimana bisa membujuk penduduk setempat agar korban tidak banyak. Mudah-mudahan tidak ada korban. Kalau pun ada, minimum. Semua sudah disiapkan. Laporan terakhir, masih banyak tidak penduduk yang belum mengungsi. Masih dari daerah paling bahaya, seperti Magelang. Yang paling banyak dan paling bahaya. Saya kira lebih dari separuh.Bagaimana penduduk di daerah bahaya yang enggan mengungsi, apakah ada evakuasi paksa? Masih banyak, lebih dari separuh. Jadi, kalau misalnya totalnya 48.000 orang, kalau lebih separuh, berarti masih sekitar 24.000-an yang berada di daerah bahaya. Pemerintah tidak bisa memaksa. Bagaimana menyuruh orang secara paksaan. Tidak bisa dong. Kita akan membujuk mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan dan kabupaten supaya mereka mau ikut. Kita harapkan supaya semua orang dapat mematuhi instruksi yang diberikan Gubernur dan Bupati untuk ikut ke daerah aman. Kalau tidak, kan berbahaya bagi mereka sendiri. Kita bujuklah.Memang tentu, kita mengerti ada kepercayaan-kepercayaan lain, dan menurut perhitungan-perhitungan secara ilmiah, kan kita sudah menetapkan status awas. Barangkali Anda sudah tahu, mengapa status awas tidak cepat diberlakukan. Bahkan, Wapres ke sana pun tidak diberikan status awas. Penyebabnya adalah penduduk setempat tidak mau. Tapi sudah yakin bahwa akan terjadi sesuatu letusan yang besar, turunnya lava yang begitu cepat, dan awan wedhus gembel itu sangat berbahaya. Begitu diumumkan, kita sudah sepakat dengan pemerintah daerah untuk membujuk penduduk agar semua mau untuk diungsikan. Mengenai masalah dana sudah ada. Tidak ada masalah. Tapi bagaimana membujuk mereka supaya mau.
(nrl/)











































