Ratusan Warga Zona Bahaya Merapi Masih Bertahan
Senin, 15 Mei 2006 19:01 WIB
Jakarta - Petugas Satlak Penanggulangan Bahaya (PB) Merapi di Kabupaten hampir kehabisan akal untuk membujuk warga agar bersedia mengungsi. Yang dibujuk bukannya menurut justru mengeluarkan berbagai alasan untuk bertahan. Contohnya di Tegalmulyo, desa tertinggi di daerah Klaten, masih terdapat lebih seribu warga yang bertahan. Demikian pula di Desa Sidorejo. Di Desa Balerante juga lebih dari seribu yang bertahan. Di Dusun Sambungrejo, dusun tertinggi di Balerante, masih terdapat sekitar 150 warga yang nekat tinggal di kampungnya. Petugas terus membujuk, karena rekomendasi dari BPPTK Yogyakarta, seluruh hunian di radius 8 kilometer dari puncak Merapi harus dikosongkan. Seluruh aktivitas penduduk harus dihentikan. Karenanya, petugas Satlak PP Merapi Kabupaten Klaten mengaku hampir kehabisan akal untuk membujuk mereka. Tak tanggung-tanggung Bupati Klaten Sunarna, Komandan Kodim dan Kapolres Klaten ikut turun ke lapangan. "Berbagai cara kami tempuh tetap tidak mempan, padahal kami sudah bawa truk," ujar Sunarna. Warga yang tetap bertahan memiliki berbagai alasan, di antaranya karena melihat luncuran lava pijar dan awan panas selalu mengarah ke Yogyakarta dan Magelang. Ada juga yang beralasan ternaknya tidak akan terurus kalau ditinggal. Ada lagi yang berasalan tanaman sayuran mereka hampir panen. Namun ada pula yang punya keyakinan Merapi saat ini belum menunjukkan tanda bahaya meskipun luncuran awan panas dan lava pijar selalu terjadi. "Ada yang mengatakan baru akan mengungsi seminggu lagi," lanjut Sunarna. Ketika ditawari agar ternak mereka dibawa ke pengungsian, mereka tetap saja punya alasan, "Di bawah (di pengungsian-red) sulit mendapatkan rumput segar. Padahal ternak kami tidak mau diberi jerami."
(atq/)











































