Saddam Dikenai Dakwaan Pembunuhan & Penyiksaan

Saddam Dikenai Dakwaan Pembunuhan & Penyiksaan

- detikNews
Senin, 15 Mei 2006 16:24 WIB
Baghdad - Persidangan Saddam Hussein memasuki tahap baru. Hakim ketua secara resmi mendakwa mantan presiden Irak itu atas pembunuhan, penyiksaan perempuan dan anak-anak serta penangkapan ilegal 399 orang dalam operasi terhadap kaum Syiah pada tahun 1980-an.Usai mendengar pembacaan dakwaan, Saddam menolak menjawab ketika hakim ketua Raouf Abdel-Rahman menanyakan apakah dirinya bersalah atau tidak atas dakwaan itu. "Saya cuma tidak bisa bilang ya atau tidak untuk ini. Anda membacakan semua ini untuk kepentingan komsumsi publik, dan saya tidak bisa menjawabnya secara singkat," tegas Saddam. Mantan diktator Irak itu juga mengatakan bahwa dirinya masih tetap presiden Irak. Demikian seperti dilansir kantor berita Associated Press, Senin (15/5/2006)."Anda sedang berada di depan Saddam Hussein, presiden Irak. Saya presiden Irak berdasarkan kehendak rakyat Irak dan saya masih presiden Irak sampai saat ini," tandas Saddam.Saddam dan tujuh bekas anggota rezimnya telah menjalani proses persidangan selama hampir 7 bulan. Mereka diadili atas kasus kekerasan terhadap penduduk Kota Dujail, Irak, tahun 1980-an silam. Saat itu, pasukan keamanan Irak menangkapi ratusan warga Dujail menyusul upaya pembunuhan terhadap Saddam di kota tersebut pada tahun 1982. Para saksi mata, termasuk wanita, kerap mengalami penyiksaan selama dipenjara. Lahan-lahan pertanian warga Dujail juga dihancurkan serta 148 warga Syiah dihukum mati oleh Pengadilan Revolusioner Irak.Dakwaan yang dikenakan terhadap Saddam termasuk penangkapan 399 orang, penyiksaan wanita dan anak-anak serta memerintahkan penghancuran tanah pertanian. Saddam juga didakwa atas kematian 9 orang yang terbunuh di hari-hari awal operasi di Dujail itu. Namun Saddam tidak didakwa atas kematian 140 orang yang divonis mati oleh Pengadilan Revolusioner Irak."Sebagai akibat dari perintah Anda untuk menggunakan kekerasan terhadap penduduk Dujail, 9 orang tewas dalam dua hari pertama (operasi) serta 399 lainnya ditangkap," kata Abdel-Rahman. (ita/)


Berita Terkait