Bertemu 2 Menteri Prancis, Menlu Retno Bahas Situasi Ukraina hingga Vaksin

Tim detikcom - detikNews
Senin, 21 Feb 2022 14:48 WIB
Menlu RI Retno Marsudi bertemu dengan Menhan dan Menlu Prancis di Paris.
Menlu RI Retno bertemu dengan Menhan Prancis. (Dok. Kemlu RI)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly dan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian di Paris. Dalam pertemuan itu dibahas situasi Ukraina hingga vaksin.

Pertemuan dengan Menteri Pertahanan Parly, Jumat (18/2), membahas perkembangan di Ukraina dan Myanmar. Pertemuan juga membahas kerja sama strategis di berbagai bidang, termasuk di bidang pertahanan.

"Mengulang apa yang disampaikan Presiden RI saat menerima Menteri Parly, kerja sama pertahanan tidak hanya terfokus pada pembelian alutsista, namun juga pengembangan kapasitas, riset, dan produksi bersama serta investasi, dalam rangka memperkuat industri strategis nasional," ujar Menlu Retno dalam keterangannya, Senin (21/2/2022).

Menlu Retno dan Menhan Parly berharap agar pertemuan Menlu Menhan kedua negara dapat diselenggarakan dalam waktu dekat.

Pertemuan dengan Menlu Prancis

Pertemuan dengan Menlu Prancis, Minggu (20/2), membahas kerja sama bilateral yang lebih luas, antara lain di bidang kesehatan, transisi energi, hambatan perdagangan komoditas, Indo-Pasifik, serta pertukaran pandangan mengenai perkembangan di Ukraina dan Myanmar.

RI dan Prancis sepakat terus memperkuat kerja sama kesehatan. Indonesia menghargai dukungan vaksin dari Prancis. Sejauh ini Indonesia telah menerima 6,3 juta dosis vaksin dukungan Prancis.

Dalam konteks yang lebih strategis, Prancis telah sampaikan dukungan kepada Indonesia untuk menjadi salah satu hub dari pengembangan vaksin mRNA di kawasan Asia. Menurut Menlu Retno, perluasan produksi vaksin mRNA merupakan hal krusial dalam memastikan keadilan dan pemerataan vaksinasi di dunia.

Menlu RI Retno Marsudi bertemu dengan Menhan dan Menlu Prancis di Paris.Menlu RI Retno Marsudi bertemu dengan Menlu Prancis di Paris. (Dok. Kemlu RI)

"Dalam jangka panjang, kami ingin meningkatkan kapasitas produksi vaksin mRNA. Perluasan hub produksi dan transfer teknologi vaksin ke negara-negara berkembang dapat mendorong pemerataan dan keadilan vaksinasi dunia," ujar Retno.

Mengenai kerja sama transisi energi, Indonesia menekankan pentingnya transfer teknologi yang terjangkau dan investasi agar semua negara dapat melakukan transisi energi tanpa mengorbankan pembangunan dan pemenuhan SDGs.

Menlu Retno juga mengajak Prancis meningkatkan investasi di Indonesia, terutama di bidang transisi energi. Hal ini sejalan dengan kesepakatan kedua negara yang tertuang dalam Letter of Intent on Cooperation to Accelerate Energy Transition in Indonesia.

Terkait kerja sama perdagangan, Menlu Retno mendorong agar di masa presidensi Prancis di Uni Eropa dapat dicapai kemajuan dalam perundingan I-EU CEPA dan tidak lagi ada diskriminasi terhadap kelapa sawit, termasuk rancangan regulasi UE yang baru terkait deforestation free products.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: