RI Tidak Ingin Kecolongan Presiden Taiwan Lagi

RI Tidak Ingin Kecolongan Presiden Taiwan Lagi

- detikNews
Senin, 15 Mei 2006 14:51 WIB
Jakarta - Menyusul berlangsungnya rangkaian aktivitas Presiden Taiwan di Batam pekan lalu, pemerintah Indonesia mewaspadai kemungkinan terulangnya kejadian yang sama. Pemerintah RRC menyesalkan atas aktivitas Presiden Taiwan di Indonesia. Hal ini disampaikan Duta Besar (Dubes) RI untuk RRC, Sudradjat, kepada wartawan seusai diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, (15/5/2006). "Anda harus tahu pemerintah Taiwan selalu memanfaatkan hal-hal seperti itu (izin technical landing). Jadi ini sesuatu yang harus kita antisipasi dan waspadai. RRC amat concern dan ingin semua ini tetap pada koridor yang telah disepakati," ujar Sudradjat. Dalam pertemuan selama hampir satu jam, Sudradjat didampingi Menlu Hassan Wirajuda, Menhub Hatta Rajasa dan Seskab Sudi Silalahi. Kepada Presiden SBY, dirinya melaporkan reaksi pemerintah RRC dan langkah apa yang telah ia ambil untuk memperbaiki situasi. Kepada pihak di Beijing, Sudradjat telah memaparkan kronologi kejadian rombongan Presiden Chen Shui-Bian mendarat dan beraktivitas hingga dua hari di Batam. Menurut dia, izin pendaratan pesawat yang diberikan Dephub RI adalah technical landing untuk keperluan mengisi bahan bakar. Namun kenyataannya kegiatan yang normalnya berlangsung dua jam tersebut menjadi berlarut-larut. Selama itu pula rombongan Presiden Chen Shui-Bian melaksanakan aktivitasnya dan baru meninggalkan Batam pagi keesokan harinya. Sebenarnya, Dephub telah memerintahkan pada Bandara Hang Nadim untuk mempersilakan pesawat Kepresidenan Taiwan segera meninggalkan Batam. Namun dengan alasan pilot kelelahan dan bila dipaksakan terbang malah membahayakan keselamatan, akhirnya kru pesawat menolaknya."Tapi karena pilotnya sendiri menolak terbang, kita nggak bisa usir rombongan itu. Pada kementerian luar negeri RRC saya katakan, 'we are not in the position to track them out with military forces'. Mereka bisa pahami," ujar Sudradjat.Untuk diketahui, di Batam, Presiden Taiwan sempat melakukan kunjungan ke sejumlah industri. Bahkan, Staf Ahli Wakil Presiden, Alwi Hamu, juga bertemu dengan Presiden Taiwan itu. (asy/)


Berita Terkait