Penggerebekan Wonosobo
Kapolri Bantah Istimewakan ANTV
Senin, 15 Mei 2006 14:05 WIB
Jakarta - Anggota Komisi III DPR mempersoalkan stasiun televisi nasional ANTV yang menayangkan berita penggerebekan sarang teroris di Wonosobo, Jawa Tengah, pada 29 April. Kapolri Jenderal Pol Sutanto pun membantah berikan keistimewaan.Menurut Sutanto, informasi adanya rencana penggerebekan sarang teroris tersebut telah disampaikan pihak Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri kepada stasiun televisi lainnya."Ini terkait kecepatan, dari Bareskrim sudah undang dua jam sebelumnya, tapi tidak ada yang datang," ujar Kapolri dalam rapat kerjaanya dengan Komisi III di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (15/5/2006).Pernyataan Kapolri ini untuk menjawab pertanyaan anggota Komisi III dari Fraksi PKS Mutammimul Ula mengenai pertimbangan spesifik yang diberikan kepada ANTV. Stasiun televisi swasta ini satu-satunya yang mendapatkan gambar secara rinci proses penggerebekan sarang teroris di Wonosobo.Namun Kapolri berjanji, ke depan pihaknya akan mendokumentasikan sendiri setiap operasi yang dilakukan jajarannya. "Ke depan kita akan sangat hati-hati, karena tidak ingin ada operasi yang bocor dan gagal, kita akan dokumentasikan sendiri," jelasnya.
(zal/)











































