Eks Tapol dan Tentara GAM Dapat Paket Rp 5 Juta
Senin, 15 Mei 2006 13:28 WIB
Jakarta - Guna melancarkan proses pemulangan eks tahanan politik dan kombatan (tentara) Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke desanya, pemerintah berencana memberikan paket pengembalian kehidupan mereka sebesar Rp 5 juta per orang.Demikian disampaikan oleh Koordinator World Bank Pascakonflik Patrick Barron dan Wakil Pelaksana Harian Badan Reintegrasi Damai Aceh (BRA) Hidayat Nya Man dalam jumpa pers di kantor International Finance Coorporation di Gedung Bursa Efek Jakarta lantai 9, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (15/5/2006). Menurut Barron, dalam paket ini tersedia juga jatah hidup (jadup) bagi eks GAM melalui struktur komandonya. Pemberian jadup ini diberikan kepada 3.000 GAM dalam tiga tahap, yang setiap tahapnya bernilai Rp 1 juta. Namun, jumlah yang diterima mantan tentara GAM di tingkat desa menjadi lebih kecil. Hal tersebut dikarenakan pemimpin GAM telah mendistribusikan bantuan kepada anggota GAM yang bukan tentara, seperti sipil dan polisi GAM, juga anak yatim piatu, janda dan korban konflik lainnya. "Rata-rata jumlah yang diterima antara Rp 170.000 sampai 250.000 per anggota GAM, tapi berbeda setiap desanya," jelas Barron.Sementara Wakil Pelaksana Harian BRA, Hidayat Nya Man, mengatakan, jadup yang diberikan oleh APBN sebenarnya dibayarkan dalam tiga bulan, yakni mulai Januari hingga Maret 2006 ini. Namun, pemberian jadup ini terhenti karena GAM belum memberikan daftar nama semua anggotanya. "Mungkin mereka belum mau memberikan daftar nama mereka, karena mungkin buat jaga keamanan mereka," kata Hidayat. Sementara, dalam tingkat penerimaan atau kepulangan eks anggota GAM yang kembali ke desa cukup tinggi. Hampir 90 persen dari jumlah yang ada sudah kembali ke kampungnya. Menurut Hidayat, banyaknya eks anggota GAM yang pulang karena sebagian besar adanya dukungan dari anggota keluarganya. Selain itu karena memang dia merupakan penduduk setempat yang saat konflik masih bisa pulang. '"Lebih dari 72 persen anggota GAM menyatakan mereka menerima dukungan dari keluarga, teman-teman dan masyarakat," ujar Hidayat.
(zal/)











































