3.854 Pengungsi di Klaten Santap Ikan Asin Sambil Nonton Merapi

3.854 Pengungsi di Klaten Santap Ikan Asin Sambil Nonton Merapi

- detikNews
Senin, 15 Mei 2006 13:01 WIB
Klaten - Sungguh beruntung bisa menyaksikan fenomena alam meletusnya Gunung Merapi secara langsung dari lokasi dekat namun aman. Apalagi sambil bersantap siang dengan lauk ikan asin. Hmmm...Gumpalan awan panas yang dimuntahkan Gunung Merapi terus menerus meluncur dengan cepat dan cukup besar. Arahnya ke selatan dan barat daya dengan interval 15-20 menit.Pemandangan indah itu dinikmati 3.854 pengungsi di Klaten yang terbagi dalam 4 pos pengungsian, yakni Dompol dan Keputran di Kecamatan Kemalang, Ngemplakseneng dan Kepurun di Kecamatan Manisrenggo.Menurut data terakhir per pukul 12.00 WIB, Senin (15/5/2006), rincian jumlah pengungsi di Klaten terdiri dari 1.629 orang di Dompol, 1.691 orang di Keputran, 518 orang di Ngemplakseneng, dan 16 orang di Kepurun.Di Pos Dompol, pengungsi sedang makan siang. Menunya nasi putih, sayur-sayuran, ikan asin, dan kerupuk. Ibu-ibu warga setempatlah yang mengolahnya di dapur umum. Mereka tampak santai bersantap sambil terus menatap Gunung Merapi.Bupati Klaten Sunarna yang singgah di Pos Dompol mengakui masih ada beberapa warga yang sulit dievakuasi dengan berbagai alasan. Antara lain keyakinan warga bahwa Merapi tidak akan membahayakan sampai ke tempat tinggalnya, bahaya Merapi masih sepekan lagi, dan warga tidak bisa meninggalkan hewan ternaknya.Haruskah dievakuasi paksa demi keselamatan warga? "Tidak terpikir begitu. Kami masih terus melakukan pendekatan agar warga mau mengungsi. Kami yakin dengan pendekatan kemanusiaan masih bisa dilakukan," kata Sunarna.Sementara objek wisata Deles Indah yang ada di atas Pos Dompol sudah ditutup untuk umum. Hanya ada beberapa orang yang boleh masuk, seperti petugas, Tim SAR, dan wartawan.Namun puluhan orang berusaha naik ke Deles Indah untuk melihat Merapi dari dekat, sehingga petugas harus menahan mereka di gerbang. Mereka pun bejubel menonton Merapi dari gerbang, bersama-sama petugas tentunya.Meski demikian masih ada aktivitas warga di daerah tertutup. Seorang petugas Tim SAR mengatakan, aktivitas itu dilakukan warga yang tetap tidak mau mengungsi."Ada juga warga yang mau mengungsi, tapi siangnya balik ke rumah, lalu sorenya kembali ke pos lagi," tuturnya.Namun petugas selalu bersiaga jika sewaktu-waktu awan panas mengarah ke timur dan tenggara yang merupakan lokasi mereka. "Kalau sudah begitu, kita akan secepat mungkin mengajak warga segera turun," katanya. (sss/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait