Kenalkan Mugiono, Penjual Tahu di Purwokerto yang Viral Mirip Shin Tae-yong

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 19 Feb 2022 20:33 WIB
Penjual tahu di Purwokerto disebut mirip Pelatih Timnas Shin Tae-yong
Mugiono, penjual tahu yang mirip pelatih Shin Tae-Yong (Arbi Anugrah/detikJateng)
Banyumas -

Mugiono (48), penjual tahu di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, viral di media sosial lantaran mirip pelatih tim nasional sepakbola, Shin Tae-yong. Dia merasa senang jadi viral dan dimiripkan dengan pelatih timnas.

Dilansir dari detikJateng, video yang memiripkan wajah Mugiono dengan pelatih asal Korea Selatan itu pertama kali diunggah oleh akun TikTok @Destaaa06. Dalam video tersebut, pemilik akun menuliskan Coach STY ganti profesi.

"Coach STY pindah profesi. Setelah kebatalan Timnas Indonesia berangkat ke Kamboja, Coach STY menyambi jualan tahu," tulisnya seperti dilihat detikJateng, Jumat (18/2/2022).

Mugiono mengaku tak menyangka wajahnya disebut mirip dengan pelatih Shin Tae-yong.

"Saya tidak tahu kalau divideo, karena saat itu ada dua pelanggan, dan saya sedang melayani yang satu. Tapi tidak tahu kalau yang satu lagi sedang merekam (video) saya," kata Mugiono saat ditemui di tempat usahanya, Purwokerto, Jumat (18/2/2022).

Mugiono menyebut perekam videonya sempat datang kembali dan meminta maaf. Namun dia mengatakan tidak mempermasalahkan dirinya viral.

"Orang yang videoin saya sempat datang minta maaf, katanya yang kemarin viral itu dia yang ambil gambar. Rasanya diviralkan saya seneng-lah, rasanya bangga, selama ini tidak pernah ngerasa kalau ada yang buat mirip dengan pelatih timnas," ungkapnya.

Salah satu kemiripan dengan Shin Tae-yong yang disoroti netizen adalah potongan rambut Mugiono. Potongan rambut itu baru digunakan beberapa waktu.

"Awalnya potongan rambut saya memang pendek, dan tidak kayak gini, cuma karena kemarin sudah panjang, saya potong sekitar 1 bulan lalu. Tiba-tiba ada yang videoin saya," jelas bapak satu anak ini.

Sayangnya, meski videonya viral, dagangan tahu crispy-nya belum juga ramai pembeli. Pria yang berjualan Tahu Mandiri sejak 2019 ini pun mengaku tak banyak berharap ketenarannya di media sosial berbuah manis dengan omzetnya berjualan.


Lika-liku kehidupannya dia ungkapkan mulai berjualan sayuran hingga menjadi tukang becak selama empat tahun dan akhirnya memulai belajar berjualan tahu crispy. Dalam sehari dia biasa menjual sekitar 600 biji tahu, hal tersebut akibat imbas pandemi dan sulitnya mendapatkan minyak goreng dan naiknya harga-harga.

"Sekarang sedang turun terus, awal 2019 bisa sampai 2.000 biji tahu. Setelah pandemi menurun, hingga sekarang paling cuma hanya 600 biji. Ini harganya Rp 500 perak, tapi sejak minyak sulit dicari dan semuanya naik jadi tahu crispy ini naik Rp 600 perak," terang dia.