Viral Isu 'Kaum Tarbiyah', LPDP Jelaskan Proses Seleksi Penerima Beasiswa

Zunita Putri - detikNews
Sabtu, 19 Feb 2022 17:48 WIB
Ilustrasi lulus kuliah wisuda pendidikan beasiswa
Ilustrasi program beasiswa (Getty Images/iStockphoto/Liliboas)
Jakarta -

LPDP memastikan pihaknya melakukan seleksi siswa penerima beasiswa menggunakan sistem dan data, dan tidak menyasar suatu golongan tertentu. LPDP memastikan proses seleksi dilakukan sesuai aturan yang ada.

"Pelaksanaan seleksi beasiswa sejak awal dilakukan dengan sistem dan tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Dirut LPDP Andin Hadiyanto kepada detikcom, Sabtu (19/2/2022).

Andin mengatakan, sejak awal, penerima beasiswa LPDP berasal dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Proses kelulusan juga ditentukan oleh prestasi siswa.

"Sejak angkatan pertama, hasil kelulusan seleksi beasiswa LPDP dan seterusnya, komposisi penerima beasiswa LPDP sangat beragam dari sisi suku, gender, serta agama. Kelulusan atas proses seleksi beasiswa LPDP ditentukan oleh prestasi serta dipenuhinya persyaratan dan kriteria yang ditetapkan oleh LPDP," ujarnya.

LPDP Bantah Isu Dikuasai Kaum Tarbiyah

Andi juga menegaskan LPDP tidak pernah dikuasai oleh golongan tertentu. Dia menegaskan semua penerima beasiswa itu berdasarkan seleksi panjang.

"Terkait isu LPDP 'pernah' dikuasai dan hanya mengutamakan golongan tertentu seperti dalam video tersebut adalah tidak benar. Perlu diketahui bahwa seleksi juga dilakukan dengan menggunakan sistem penilaian potensi akademik yang diselenggarakan Pusmenjar Kemendikbud, dilanjutkan dengan wawancara yang melibatkan pewawancara dari akademisi di luar LPDP," tegasnya.

Menurutnya, hasil penilaian seleksi juga dipantau oleh komite reviewer yang beranggotakan tokoh-tokoh pendidikan tingkat nasional. Dia juga mengatakan seleksi beasiswa LPDP dilaksanakan dengan mengedepankan good governance, transparan, akuntabel, dan melibatkan pihak independen.

"Keberpihakan kami melalui program afirmasi sangat jelas, yakni hanya untuk kelompok yang sangat perlu untuk didorong, yakni penyandang disabilitas, prasejahtera, dan masyarakat daerah-daerah afirmasi," ucapnya.

Diketahui, sebelumnya ada video viral isinya menyebut LPDP pernah dikuasai oleh kaum tarbiyah. Video yang berjudul 'LPDP Bukan Lagi Buat Tarbiyah' itu diunggah oleh Imam Besar Masjid Islamic Center of New York AS, Imam Shamsi Ali.

Imam Shamsi mengunggah video itu sambil meminta LPDP meluruskan video tersebut.

"Ada yang bisa klarifikasi tentang LPDP ini? Setahu saya program ini terbuka tanpa ada sekat... video ini bisa misleading!," tulis Imam Shamsi di akun Twitternya seperti dilihat, Sabtu (19/2).

Terlihat dalam video itu ada seorang wanita menyebut LPDP yang berada di bawah Kemenkeu dikuasai oleh kaum tarbiyah yang mengutamakan suatu golongan tertentu. Wanita dalam video itu menyebut siswa yang mendapat beasiswa dan dikirim ke luar negeri itu bukan berdasarkan kecerdasan tetapi yang dinilai soleh dan beriman, tetapi hal itu tidak terjadi lagi setelah LPDP dipimpin Dwi Larso.

Simak juga 'Indonesia Beri Beasiswa Pendidikan untuk Perempuan Afghanistan':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/zap)