Ampuni Pak Harto, SBY Jalankan Politik Balas Budi
Senin, 15 Mei 2006 11:56 WIB
Jakarta - Pro kontra sikap pemerintah terhadap mantan Presiden Soeharto belum juga berakhir. Presiden SBY dituding sedang menjalankan politik balas budi.Sikap pemerintah, menurut anggota DPR Jacobus Mayongpadang, menunjukkan reformasi yang dipelopori mahasiswa mengalami kemacetan dengan masuknya antek-antek Orba ke semua lini kehidupan bangsa."Reformasi mengalami kemacetan karena antek-antek Orba berkonsolidasi di semua lini. Saat ini terbukti pemerintah dengan mudah memberikan pengampunan kepada Soeharto. Ini politik balas budi," tegas politisi PDIP itu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/5/2006).Kondisi kesehatan Soeharto, imbuh Jacobus, memang memungkinkan untuk dimaafkan. Namun demi penegakan hukum, proses pengadilan terhadap penguasa Orba itu harus tetap dilakukan."Harus tetap ada proses hukum dan pengadilan, setelah itu baru diampuni, tidak seperti sekarang," tambahnya.Jika pemerintah ingin menutup kasus Soeharto, pemerintah juga harus konsisten memaafkan semua tahanan politik di masa Soeharto, serta melakukan rehabilitasi namanya. Ini harus dilakukan demi rasa keadilan agar tidak terkesan hukum hanya untuk keluarga penguasa.Selain itu, Jacobus meminta kasus dugaan korupsi yang dilakukan Soeharto tetap dilakukan dengan melanjutkan pemeriksaan terhadap kroni-kroninya. Jika terbukti bersalah, uang hasil korupsi harus dikembalikan kepada negara."Meski Pak Harto sudah diampuni tapi kan ada wakil yayasan, bisa terus diperiksa dan harus dikembalikan jika terbukti," kata dia.
(umi/)











































