Ade Emon Divonis 4 Bulan Bui di Kasus Perusakan Terkait Konflik Sentul City

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Jumat, 18 Feb 2022 11:21 WIB
Ade Emon saat keluar dari Lapas (dok. Istimewa)
Foto: Ade Emon saat keluar dari Lapas (dok. Istimewa)
Bogor -

Warga Bojong Koneng bernama Ade Bebed alias Ade Emon didakwa merusak Kantor Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor terkait konflik lahan dengan Sentul City. Ade Emon telah divonis 4 bulan 15 hari penjara dalam kasus ini.

"Ade Emon divonis 4 bulan 15 hari karena terbukti melakukan perusakan kantor Desa Bojong Koneng pada 3 Oktober 2021. Vonis tersebut dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Cibinong pada 11 Februari 2022," kata pengacara Ade Emon, Alghiffari Aqsa, kepada wartawan, Jumat (11/2/2022).

Dia mengatakan hakim menilai Ade Emon terbukti melakukan kekerasan terhadap barang. Alghiffari menyebut kekerasan itu dilakukan Ade Emon secara bersama-sama dengan sejumlah warga lain.

"Hakim menilai Ade Emon terbukti secara sah dan meyakinkan secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap barang," tuturnya.

Alghiffari mengaku menghormati putusan hakim meski menilai kerusakan yang ditimbulkan seharusnya bisa diselesaikan melalui restorative justice. Dia menyebut kerugian akibat peristiwa ini senilai Rp 1,6 juta.

"Kasus ini seharusnya tidak perlu masuk pengadilan jika kepolisian dan kejaksaan sejak awal menerima permohonan keadilan restoratif, mengingat kerugian yang hanya Rp 1.610.000. Meskipun demikian, tim Advokasi tetap menghormati putusan majelis hakim," ujarnya.

Ade Emon Bebas

Dia mengatakan Ade Emon telah keluar dari Lapas pada 16 Februari lalu. Ade Emon keluar lebih cepat dari jadwal seharusnya, yakni 20 Februari.

"Iya karena asimilasi dan keluarga tidak banding," tuturnya.

Sebelumnya, Ade Emon didakwa melakukan kekerasan terhadap barang terkait perusakan Kantor Desa Bojong Koneng, Bogor. Jaksa menyebut perbuatan Ade Emon menyebabkan kerugian Rp 15 juta.

Surat dakwaan dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Agung Setiawan di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/12/2021). Jaksa mengatakan Ade Emon bersama dengan Ade Supardi dan Awang Saparudin, pada Sabtu (2/10) secara terang-terangan menggunakan kekerasan terkait kasus perusakan di Kantor Desa Bojong Koneng. Ade Supardi dan Awang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO).

"Bahwa terdakwa Ade Bebed alias Ade Emon Bin H. PEI bersama sama Saudara Ade Supardi Alias Ade Ayam (daftar pencarian orang), saudara Awang Saparudin (daftar pencarian orang), Pada hari Sabtu tanggal 2 Oktober 2021 sekira jam 10.30 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Oktober tahun 2021 atau setidak-tidaknya masih termasuk dalam tahun 2021 bertempat di Kantor Desa Bojong Koneng RT 003 RW 004 Desa Bojong Koneng Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor, atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Cibinong yang berwenang memeriksa dan mengadili dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang," kata jaksa Agung Setiawan.

Ade Emon juga didakwa telah menghasut dan melakukan perbuatan melawan hukum dengan sengaja untuk menghancurkan, merusak, dan membuat tak dapat dipakai atau menghilangkan barang yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.