detik' Advocate

Apakah Kredit Macet Tidak Bisa Dipidanakan?

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 18 Feb 2022 07:16 WIB
Lucas (dok. Pribadi)
Foto: Lucas (dok. Pribadi)
Jakarta -

Beberapa hari terakhir, lini masa diramaikan pembicaraan soal kredit macet apakah bisa dipidana atau tidak. Ada yang menilai tidak bisa dan murni kasus perdata, tapi ada juga yang menilai sebaliknya.

Pendiri sekaligus Chairman Law Firm LUCAS, SH & PARTNERS, Lucas, menyatakan debitur kredit macet bisa dipidanakan hingga dituntut ke pengadilan. Namun, ada sejumlah syarat agar kasus utang-piutang bisa menjadi delik pidana, salah satunya adanya unsur penipuan.

"Utang dan pinjaman harus dapat dikembalikan dengan tepat waktu. Terkecuali, dalam proses utang dan pinjaman ada kesepakatan lain. Utang harus dilunasi, pinjaman harus segera dikembalikan dengan tepat waktu, kecuali ada kesepakatan lain. Jangan sampai ada kesan, bahwa utang tidak perlu dibayar karena debitur tidak dapat dipidanakan," kata Lucas, Jumat (18/2/2022).

Lucas menepis pandangan kreditur tidak dapat melaporkan pidana terhadap debitur yang tidak dapat membayar utang tidak benar.

"Tidak benar karena dalam keadaan tertentu apabila pinjaman diberikan atas dasar adanya unsur penipuan (rangkaian kata-kata bohong) dan/atau adanya pemalsuan dan/atau penyimpangan, maka debitur tersebut dapat dilaporkan pidana," jelas Lucas.

Dia mencontohkan, seperti permohonan pinjaman diajukan untuk kepentingan A, ternyata faktanya malah digunakan untuk kepentingan B.

"Lalu laporan keuangan yang diberikan adalah laporan keuangan palsu dan pembayaran utang menggunakan cek kosong," ucap Lucas.

Lucas menyebut apabila pinjaman tersebut didasarkan dengan dokumen yang tidak benar dan debitur tersebut tidak dapat membayar maka masalah ini masuk ke ranah pidana.

"Namun apabila pinjaman tersebut didasarkan dengan dokumen-dokumen yang benar dan debitur tersebut tidak dapat membayar utang karena murni masalah ekonomi, maka masalah ini masuk ke dalam ranah perdata," ujar Lucas.

Tentang detik's Advocate

detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom . Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh para pakar di bidangnya.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), hukum waris, perlindungan konsumen dan lain-lain.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di email: redaksi@detik.com dan di-cc ke-email: andi.saputra@detik.com dengan subjek email: detik's Advocate

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

Simak juga video 'Bank Jateng Gandeng KPK Tagih Kredit, 35 Debitur Nakal Siap Ngangsur':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/haf)