Sandy Tumiwa Polisikan Khalid Basalamah: Tak Ada Pintu Damai

ADVERTISEMENT

Sandy Tumiwa Polisikan Khalid Basalamah: Tak Ada Pintu Damai

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 17 Feb 2022 23:33 WIB
Sandy Tumiwa
Sandy Tumiwa (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)
Jakarta -

Ketua Humas DPP Setya Kita Pancasila, Sandy Tumiwa, resmi mempolisikan Ustaz Khalid Basalamah terkait dugaan kasus ujaran kebencian dan penodaan budaya, khususnya terhadap wayang. Sandy menyatakan tak akan menempuh jalur damai.

"Karena kita sudah memberikan ini kepada kepolisian, ya, kita serahkan kepada kepolisian. Ya harusnya kalau kita sudah masukin laporan artinya udah enggak ada pintu damai," kata Sandy kepada wartawan, Kamis (17/2/2022).

Sebab, Sandy menilai permintaan maaf yang disampaikan Ustaz Khalid Basalamah tidak akan melunturkan unsur pidana dalam kasus tersebut. Dia pun mewanti-wanti Ustaz Khalid Basalamah agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Ya itu kalau namanya minta maaf boleh, tapi kan tidak menghilangkan suatu tindak pidana. Saya sarankan kepada KB jadilah penerus-penerus yang baik untuk menjaga warisan-warisan para leluhur. Tidak mengulang lagi tindakannya dan ucapannya," ungkapnya.

Sandy pun mewanti-wanti ucapan Ustaz Khalid Basalamah dengan memberi nasihat lewat lagu berjudul 'Padang Bulan'. Sandy tampak menyanyikan lagu tersebut setelah laporannya diterima oleh Bareskrim Polri.

"Saya memberikan nasihat pada KB, saya nyanyikan satu lagu, Padang Bulan ya. 'Jejak, jejak. Jejak, jejak para pendahulu. Sejarah saksi kehidupannya. Membangun bangsa yang sejati jadi bekal, jadi bekal penerusnya. Jadi bekal, jadi bekal penerusnya'," kata Sandy sambil bernyanyi.

Menurut Sandy, lagu itu ia nyanyikan karena merasa tergugah dengan kasus tersebut. Dia berharap kasus itu dapat menjadi contoh dan pembelajaran bagi masyarakat agar tidak membuat gaduh.

"Ada salah satu liriknya yang buat saya tergugah dari situasi saat ini satu lagunya 'Padang Bulan'. Saya mengharapkan sebagai pembelajaran ataupun contoh agar tidak mengucapkan kata-kaya yang akhirnya membuat yang lain ikut ricuh atau jadi onar karena kita lebih memikirkan kedamaian dan memikirkan ketenangan," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT