Warga Ngungsi, Desa Tetap Dijaga

Warga Ngungsi, Desa Tetap Dijaga

- detikNews
Senin, 15 Mei 2006 06:44 WIB
Sleman - Banyak desa yang kosong setelah warga mengungsi menyusul status Awas Merapi. Namun, harta benda dan hewan ternak rawan pencurian. Sebagian warga bertahan menjaga desanya.Keadaan ini dapat dilihat di beberapa wilayah Yogya dan Sleman. Daerah ini antara lain di Dusun Tunggul Arum, Desa Wonokerto dan Dusun Ngandong, Dusun Ngepring, dan Dusun Tritis, Desa Girikerto, kemudian Dusun Turgo, Dusun Kemiri, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.Semua jalan masuk desa, ataupun persimpangan jalan menuju desa kini dipasang portal bambu dan rambu dilarang masuk. Setiap portal biasanya dijaga 10 orang gabungan warga, TNI, dan polisi."Mulai status awas kemarin, semua jalan masuk dusun hanya satu pintu. Orang yang bukan warga dusun kalau mau masuk ditanya identitas dan tujuannya," ujar Suharjono warga desa Ngandong kepada detikcom, Senin (15/5/2006).Suharjono menjelaskan, walaupun hingga saat ini belum terjadi pencurian terhadap hewan dan hasil tani milik warga. Tetapi warga terus waspada. "Alasannya untuk berjaga-jaga," tambahnya.Sedangkan untuk aktivitas para pengungsi, setiap pagi berjalan seperti biasa. Namun saat malam menjelang, khusus pengungsi wanita, anak-anak dan lansia harus bermalam dibarak."Untuk ibu-ibu hamil dan anak-anak balita dan anak sekolah serta lansia setiap malam, mereka harus tidur di barak pengungsian di balai desa masing-masing," tutur Suharjono.Bahkan untuk anak-anak yang ingin sekolah, disediakan truk khusus yang dijadikan antar jemput. "Pagi-pagi diantar, nanti siang dijemput," jelasnya. (fay/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads