MUI Puji Walkot Makassar soal Kondom Tak Dipajang di Depan Kasir Minimarket

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 17 Feb 2022 07:05 WIB
Amirsyah Tambunan
Amirsyah Tambunan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Wali Kota Makassar Ramdhan 'Danny' Pamonto bicara soal razia yang digelar Satpol PP agar kondom tak sembarangan dipajang di minimarket. Sekjen MUI Amirsyah Tambunan memuji langkah Danny.

"Ajakan Wali Kota (Makassar) perlu diapresiasi, termasuk tolak memajang kondom secara bebas. Soal razia kondom itu wewenang aparat penegak hukum sesuai peraturan yang berlalu," ujar Amirsyah melalui pesan singkat, Rabu (16/2/2022).

Amirsyah mengingatkan Fatwa MUI Jatim Nomor 3 Tahun 2017 bahwa umat Islam haram hukumnya merayakan Hari Valentine setiap 14 Februari. Dia menyebut Valentine biasa diperingati penganut agama lain dengan berbagai bentuk dan cara yang secara riil bertentangan dengan agama Islam.

"Valentine dikhawatirkan menjerumuskan pemuda muslim kepada pergaulan bebas, seperti berhubungan intim atau seks sebelum menikah," kata Amirsyah.

Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi Abdullah Jaidi juga mendukung kebijakan Walkot Makassar. Dia menilai kondom seharusnya tak dijual secara bebas.

"Sebaiknya tidak dijual bebas karena memberikan peluang ke arah prostitusi tersebut. Apalagi mengantisipasi hari Valentine atau kasih sayang yang dimanfaatkan pada tindakan yang amoral dan merusak moral atau akhlak generasi muda kita," ujar Abdullah.

"Setuju, jangan dipajang saat Valentine," pungkasnya.

Razia Kondom Disorot

Sebelumnya, Satpol PP Kota Makassar merazia alat kontrasepsi atau kondom di sejumlah minimarket di Makassar menjelang Hari Valentine, Minggu (13/2/2022). Aksi yang juga dilakukan di sejumlah daerah ini mengundang kritik tajam dari berbagai pihak secara nasional, salah satunya dr Tirta.

Melalui cuitan di akun Twitternya, dr Tirta mengaku heran dan mengkritik keras tindakan tersebut. Dia menilai razia itu tidak efektif untuk mencegah adanya seks bebas.

"Tujuannya apa? Fungsi kondom adalah mencegah penyakit menular seksual dan sebagai alat kontrasepsi. Kalau kaitannya sama 'norma' dan seks bebas, yg difokuskan ya edukasi seksual sejak awal," tulisnya di Twitter yang juga diunggah lewat akun Instagramnya, Senin (14/2).

Wali Kota Bela Satpol PP

Wali Kota Makassar Danny mengatakan pihaknya mendukung penuh langkah Satpol PP melakukan razia kondom saat malam Valentine. Dia menegaskan keberadaan kondom yang dipajang di minimarket tidak baik untuk moral anak-anak di Makassar.

"Saya mendukung langkah Satpol PP untuk menertibkan itu, karena tidak baik secara moral untuk anak. Ini negeri kita punya negara masih ada agamanya, bukan negara yang tidak ada agamanya gitu, ini negara masih ada agamanya. Jadi hal-hal yang harus ditertibkan secara etika sosial," tegas Danny.

Dia menegaskan dirinya tidak melarang penjualan kondom. Meski demikian, Danny meminta kondom tidak dipajang di depan kasir.

"Jadi lebih kepada pemajangan, karena selama ini di depan kasir dipajang. Sama juga kenapa rokok ditaruh dalam laci, kondom ditaruh depan kasir. Itu ji saja, dan semua juga taat, kok," ujarnya.

(isa/haf)