Balai Desa Penuh Pengungsi Merapi, SD Disulap Jadi Barak
Minggu, 14 Mei 2006 19:45 WIB
Sleman - Menyusul status Awas Merapi, arus pengungsian terus meningkat. Balai desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, penuh pengungsi. Petugas pun menyulap sebuah SD menjadi barak pengungsi.Balai desa ini berkapasitas 500 orang ini, dalam pantauan detikcom, Minggu (14/5/2006), memang sudah tumpah ruah hingga ke lorong-lorong. Pada pukul 17.15 WIB, tiba sebuah truk membawa 30 pengungsi dari Pedukuhan Pelemsari.Hingga pukul 19.00 WIB, data Unit Pelaksana Posko Umbulharjo mencatat 548 pengungsi. Jumlah pengungsi dipastikan akan terus bertambah malam ini, mengingat masih ada sekitar 1900-an penduduk yang belum dievakuasi.Para penduduk yang belum dievakuasi tersebar di tiga pedukuhan yaitu Pedukuhan Pelemsari, Pedukuhan Pangorejo, dan Pedukuhan Gambreta. Semua berada di wilayah Kecamatan Cangkringan.Karena balai desa semakin penuh, petugas posko menyiapkan tempat pengungsian baru. "Kalau dirasa sudah tidak dimungkinkan, yang baru-baru datang akan dialokasikan di barak yang baru. Habis maghrib mulai diisi," ujar petugas posko yang enggan disebut namanya, kepada detikcom.Barak baru ini menggunakan SD Taman Siswa yang berjarak 500 meter dari balai desa. Hingga pukul 19.00 WIB, belum tampak pengungsi di tempat ini. Namun para petugas posko tampak sibuk menyiapkan dapur umum, sementara tikar sudah digelar di setiap ruang kelas.Pada pukul 17.30 WIB tadi, cuaca sempat cerah dan puncak merapi pun terlihat. Awan panas dan lava pijar dapat dilihat dengan mata telanjang selama 15 menit sebelum kembali tertutup awan. Meski demikian hal tersebut menarik perhatian warga setempat untuk menyaksikan momen sesaat itu.
(fay/)











































