Penonton Merapi dari Surabaya Hingga Balikpapan

Penonton Merapi dari Surabaya Hingga Balikpapan

- detikNews
Minggu, 14 Mei 2006 16:47 WIB
Yogyakarta - Berita tentang akan meletusnya Gunung Merapi selain membuat kepanikan warga sekitar juga membuat perhatian tersendiri. Banyak orang yang rela datang tidak hanya dari luar kota namun juga dari seberang pulau untuk mengabadikan momen Merapi.Orangtua mahasiswi Lili Agustini, contohnya, rela datang jauh-jauh dari Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk menyaksikan peristiwa alam Merapi. Orangtua Lili sebenarnya datang ke Yogyakarta untuk silaturahmi ke rumah saudara sekaligus mengunjungi Lili yang juga kuliah di kota itu.Namun kesempatan tersebut tidak disia-siakan kedua orangtua Lili untuk melihat keajaiban alam Merapi. Perjalanan berhari-hari dari Balikpapan ke Yogyakarta dengan mobil pribadi tak membuat orangtua Lili letih."Kedatangan kita cuma ingin melihat Merapi dari dekat, soalnya penasaran," kata Lili ketika ditemui detikcom, Minggu (14/5/2006) di Jalan Kaliurang. Kawasan Kaliurang -- salah satu objek wisata pegunungan terkenal di Yogyakarta -- juga ditetapkan sebagai jalur lava pijar Merapi. Namun masyarakat setempat masih banyak yang belum mengungsi. Bahkan daerah itu menjadi objek wisatawan nusantara untuk menyaksikan Merapi.Saking niatnya untuk mengabadikan momen Merapi, Lili dan keluarga membawa peralatan lengkap seperti handycam, teropong dan kamera.Borobudur DiperpendekHal serupa juga dilakukan Rianto yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Riyanto bahkan merelakan kunjungannya ke Candi Borobudur diperpendek untuk segera menyaksikan Merapi di pagi hari."Sebenarnya saya mau ke Candi Borobudur, tapi saya persingkat kunjungan di sana, supaya dapat peristiwa Merapi pada pagi hari," tutur Rianto.Namun, nasib apes diterima Joko, seorang warga Kalasan, Yogyakarta. Niatnya untuk mengabadikan wedhus gembel (awan panas) di Gunung Merapi gagal. Pasalnya Joko telat datang ke Kaliurang. Ia datang sekitar pukul 12.00 WIB dan pada saat itu Merapi sudah mulai ditutupi awan tebal alias mendung. Padahal sekitar pukul 06.00 hingga 11.00 WIB Merapi terlihat cerah hingga puncaknya yang memancarkan percikan api dari muntahan lava pijar, dapat dilihat dengan mata telanjang."Padahal waktu saya di Prambanan, wedhus gembel Merapi terlihat indah sekali. Eh pas saya ke sini sudah tidak kelihatan. Tapi saya akan tetap menunggu di sini untuk mengabadikan momen Merapi," tandas Joko.Hingga siang hari ratusan warga, baik dari sekitar Merapi atau dari luar kota, berkumpul di kawasan Kaliurang untuk melihat peristiwa alam yang jarang terjadi itu. Saking banyaknya pengunjung yang menonton, kawasan Pakem hingga ke atas (Kaliurang) menjadi padat. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads