Terlibat Pembunuhan, Artis Sinetron Lidya Pratiwi Disel Polisi
Minggu, 14 Mei 2006 15:05 WIB
Jakarta - Pernah mendengar artis sinetron Lidya Pratiwi? Jika belum, cukup wajar, karena dia adalah pendatang baru. Meski demikian, sudah beberapa sinetron dia bintangi, misalnya saja ABG, Untung Ada Jinny, Ande-ande Loemoet dan Ntong Abu Nawas. Sinetron lainnya adalah Arjuna Mencari Cinta dan Selamat Ulang Tahun.Dia juga pernah menjadi bintang iklan untuk produk Oval Whitening, Torabika Mocca, dan Fren Mobile 8.Namun hingar bingar dunia selebriti kini mulai menjauh dari gadis kelahiran 14 Januari 1987 ini. Pasalnya, dia kini menyandang status tersangka kasus pembunuhan dan harus meringkuk di Rutan Polres Jakarta Utara sejak dibekuk pada Kamis lalu. Selain Lidya, turut ditahan polisi adalah ibu Lidya yang bernama Vince Yusuf, paman Lidya bernama Tony Yusuf dan seorang satpam bernama Ade Sukardi. "Kita masih terus melakukan pemeriksaan dan masih dilakukan pengembangan dari keterangan para tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara Kompol Andri Wibowo pada detikcom, Minggu (15/5/2006).Korban yang dihabisi komplotan Lidya adalah seorang pria ganteng bernama Naek Gonggom Hutagalung (33). Naek dikenal sebagai seorang pengusaha yang juga dekat dengan kalangan selebriti. Dia juga dikenal sebagai seorang model. Naek dihabisi oleh komplotan ini di Hotel Putri Duyung, Ancol, Jakarta Utara, pada Jumat 28 April 2005. Mayat pria itu ditemukan dalam keadaan terikat dan ada bekas tusukan benda tajam di tubuh korban. Semula, mayatnya tidak diketahui identitasnya karena tak ada tanda pengenal di badannya. Setelah dibawa ke RSCM dan ada kerabatnya yang datang, akhirnya diketahui bahwa pria itu adalah Naek.Pembunuhan ini terjadi karena Tony Yusuf, paman Lidya, terlilit utang kepada seorang rentenir beberapa juta rupiah. Dia lalu berutang pada adiknya, Vince, yang juga ibu Lidya. Namun Vince tidak punya uang. Akhirnya munculah ide untuk mengerjai seseorang. Korban yang diincar adalah Naek, pria perlente yang kebetulan ada hati pada Lidya yang cantik.Rencana pun disusun. Tony mengajak Ade, seorang kenalannya, untuk mengeksekusi korban. Tony lalu memesan kamar Tongkol 59 Putri Duyung Cottage, Ancol. Dia menggunakan KTP palsu atas nama Hasan bin Idris, warga Tebet, Jakarta Selatan. Lidya lalu mengundang Naek jalan-jalan berdua. Semula mereka kongkow di Plasa Senayan. Setelah malam tiba, mereka meluncur ke Putri Duyung Cottage. Setiba di kamar Tongkol 59, secara tiba-tiba Naek dilumpuhkan oleh Ade dan Tony yang sudah lama bersembunyi di kamar. Lidya berpura-pura tidak terlibat dalam komplotan itu.Ade dan Tony lalu merampas harta benda Naek, termasuk ATM setelah mengantongi nomor PIN korban. Hasil rampasan lalu diserahkan kepada Vince yang menjemput Lidya dengan taksi.Di tengah penganiayaan, Naek mencium bahwa Lidya terlibat dalam perampokan itu. Hal ini membuat Tony gusar. Takut nama beken keponakannya tercemar, dia pun mencabut pisau dan menancapkannya ke badan Naek. Naek pun tewas.Komplotan ini lantas menguras ATM Naek. Ternyata, isinya tidak terlalu banyak, hanya sekitar Rp 5 juta."Sudah bisa dipastikan motifnya karena uang," tegas Kompol Andri Wibowo. Foto:Lidya Pratiwi diambil dari friensternya.
(nrl/)











































