Jalan Kaliurang Ramai Wisatawan Penonton Merapi

Jalan Kaliurang Ramai Wisatawan Penonton Merapi

- detikNews
Minggu, 14 Mei 2006 13:37 WIB
Jalan Kaliurang Ramai Wisatawan Penonton Merapi
Yogyakarta - Gunung Merapi yang mengancam malah menjadi daya tarik para wisatawan dalam negeri, Minggu (15/5/2006). Karena itulah mereka rela jauh-jauh datang menuju Kaliurang, daerah wisata di Yogyakarta, yang diprediksi akan dilewati luncuran lava pijar Merapi.Para wisatawan itu ada mengaku datang dari Surabaya, bahkan ada yang dari Jakarta. Ada di antara mereka yang datang bersama keluarga sehingga seperti piknik ke Ancol.Sekitar 200-an orang, terdiri dari warga Kaliurang yang masih bertahan enggan mengungsi dan juga tamu luar kota yang tengah piknik, tampak berjajar rapi di sepanjang Jalan Kaliurang, tak jauh dari pintu gerbang objek wisata Kaliurang yang terkenal itu. Motor dan mobil terparkir di segala arah.Para wisatawan tampak mengarahkan alat dokumentasi ke arah Merapi dan sekitarnya. Mereka menggenggam handycam dan kamera.Saat berita ini diturunkan pukul 13.15 WIB, Merapi tidak terlihat gamblang. Awan tebal menutupi gunung teraktif di dunia ini. Yang tampak hanyalah awan panas alias wedhus gembel. Sementara itu, sebanyak 580 warga Kaliurang nekat bertahan di kampungnya. Tujuan mereka satu: menjaga harta benda berupa rumah beserta isinya dan juga hewan ternak.Mereka tidak terlalu mereken instruksi Sultan HB X yang meminta semua warga mengungsi karena kubah sisa letusan Merapi pada 1994 lalu akan turun melalui Kaliurang.Jumlah pengungsi di Kabupaten Sleman tercatat 5.000 orang, terbagi di 3 kecamatan yaitu Pakem, Turi dan Cangkringan. Yang paling banyak ada di Pakem, yaitu 2.431 orang. Kian AktifSementara itu, Kepala Seksi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Gunung Merapi Subandriyo menyatakan, sejak Merapi dinaikkan statusnya menjadi Awas, gunung itu terus menunjukkan keaktifannya. Asap sulfatara tak henti-hentinya membumbung.Berdasarkan pengamatan Subandriyo di Pos Selo, sejak Minggu pukul 00.00hingga 06.00 WIB terdapat satu kali sinar api yang diikuti muntahan lava pijar. "Pada jam-jam yang sama juga terdapat gempa jenis fase banyak sebanyak 18 kali dan gempa guguran sebanyak 66 kali disertai wedhus gembel 23 kali," tambah Subandriyo pada detikcom. Sedangkan data pada Sabtu kemarin jumlah gempa jenis fase banyak terjadi 167 kali, awan panas 40 kali, dan gempa vulkanik dangkal 1 kali.Foto:Merapi dilihat dari satelit (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads