ADVERTISEMENT

Airlangga: Puncak Delta Sudah Dilampaui, Tapi Angka BOR Jadi Pembeda

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Feb 2022 16:21 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Kemenko Perekonomian).
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membandingkan tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) atau angka keterisian tempat tidur di rumah sakit saat puncak varian Delta dan Omicron. Menurutnya, BOR saat Omicron lebih rendah dibandingkan Delta.

Airlangga mengakui pada 15 Februari kasus harian varian Omicron adalah 57.049 kasus. Kondisi itu melampaui kasus harian puncak varian Delta.

"Berdasarkan situasi, yang membedakan kasus Delta dengan Omicron ini tingkat BOR bad ocupancy rate saat ini masih di angka 33,41 pesen jadi ini membedakan dengan kasus Delta yang lalu," kata Airlangga dalam siaran pers di akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (16/2/2022).


Meski demikian, Airlangga berharap agar kasus virus Corona (COVID-19) di Indonesia tidak semakin parah. Dia meminta agar masyarakat tetap patuh protokol kesehatan.

"Tentu pemerintah berharap bahwa masyarakat untuk terus waspada dalam menjaga agar transmisi tidak terlalu meningkat," katanya.

Sebelumnya, pemerintah melaporkan tambahan kasus positif Corona pada Selasa (15/2) kemarin sebanyak 57.049 kasus. Daerah paling banyak melaporkan tambahan kasus harian adalah Jawa Barat sebanyak 14.058. Kemudian diikuti oleh Provinsi DKI Jakarta sebanyak 9.482 kasus.

Simak juga Video: Tren Kasus Covid-19 RI Meningkat, Keterisian Tempat Tidur Capai 32,85%

[Gambas:Video 20detik]




(aik/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT