Korban Meninggal Suspect Flu Burung di Karo Jadi 5 Orang
Minggu, 14 Mei 2006 00:09 WIB
Medan -
Kasus suspect flu burung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) semakin mengkhawatirkan. Korban meninggal dunia terus bertambah. Yang terakhir, Rafael, bocah laki-laki berusia delapan tahun. Dengan demikian korban tewas menjadi lima orang. Keterangan yang diperoleh detikcom di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik, di Jalan Bungalow Medan menyebutkan, Rafael meninggal dunia Sabtu (13/5/2006) sekitar pukul 13.00 WIB, saat dalam perawatan di Ruang Isolasi Rindu A. Jenazahnya masih berada instalasi jenazah rumah sakit tersebut. Rencananya pada hari ini juga akan dibawa ke Desa Desa Kubu Simbelang, Kecamatan Tiga Panah, Karo untuk dikebumikan di sana. "Sampai sekarang kita belum mengetahui secara pasti apakah virus flu burung yang menyebabkan kematian mereka. Kita sedang menunggu hasil pemeriksaan Puslitbang Kesehatan, Departemen Kesehatan terhadap beberapa sampel yang diambil dari tubuh para korban," kata M Nur Rasyid, Wakil Direktur RSUP Adam Malik Bidang Pelayanan Medis dan Pendidikan. Rafael, bersama sejumlah keluarganya mulai terserang penyakit dengan gejala demam dan sesak nafas sejak Kamis (4/5/2006). Namun baru pada Senin (8/5/2006) malam, korban dilarikan ke RSUP Adam Malik. Dia sempat dirawat juga di RS Elizabeth, namun dibawa kembali ke RSUP Adam Malik pada Kamis malam (11/5/2006), Pasca meninggalnya Rafael, pihak RSUP Adam Malik menyatakan tetap akan menjalankan prosedur dan ketetapan dalam penanganan pasien suspect flu burung. Kini, penanganan fokus pada dua pasien yang masih dirawat di sana, yakni Renaita Tarigan, balita perempuan berusia 1,8 tahun dan Jones Ginting (25). "Kondisi kedua pasien, terus memburuk, terutama Renaita, mengalami demam tinggi dan sesak nafas. Obat Tamiflu dan antibiotik dosis tinggi masih terus diberikan kepada kedua pasien," kata M Nur Rasyid. Jones yang merupakan kakak kandung Rafael, sebelumnya sempat memaksa keluar dari rumah sakit bersama Terang Ulina br Ginting, anak perempuan berusia 8 tahun. Namun pada Sabtu siang diantarkan kembali oleh pihak keluarga karena kondisinya memburuk. Sedangkan Terang Ulina masih dirawat di poliklinik dekat rumahnya di Karo.
(ddn/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































