Deklarasi Bali: Dari Soal Utang Hingga Flu Burung
Sabtu, 13 Mei 2006 23:53 WIB
Nusa Dua - KTT D-8 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, telah berhasil mengadopsi Deklarasi Bali sebagai dokumen yang final, dimana di dalam Deklarasi Bali tersebut dikemukakan pandangan D-8 atas beberapa isu.Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua D-8 dalam jumpa pers di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/5/2006) malam.Beberapa isu yang termuat dalam Deklarasi Bali, antara lain tentang kesenjangan ekonomi antara negara maju dan negara berkembang.Dimulai dari pencapaian Milennium Development Goals (MDG's) dalam hal penanggulangan kemiskinan pada tahun 2015, perundingan-perundingan perdagangan yang sedang berlangsung dengan WTO, utang-utang luar negeri, krisis energi, digital divide, serta ancaman penyakit-penyakit menular seperti flu burung, HIV/AIDS, malaria dan TBC. Para anggota D-8 bersama-sama dengan masyarakat internasional, dapat bekerjasama dalam mencarikan solusi atas isu-isu tersebut."Melalui deklarasi ini pula, D-8 menghimbau kepada masyarakat internasional untuk mengedepankan dialog antar budaya untuk mengangkat pemahaman yang lebih mendalam mengenai nilai-nilai dan kepercayaan, dan juga untuk memperkuat kesatuan dan solidaritas antar masyarakat," kata SBY.Deklarasi Bali juga menetapkan berbagai program aktivitas dan komitmen D-8 dengan pandangan untuk memperkuat ekonomi dan inisiatif kerjasama perdagangan di bidang industri, keuangan dan teknologi.Dalam KTT Bali juga ditandatangani dua perjanjian penting, yaitu Preferential Trade Agreement dan Multilateral Agreement among the D-8 Member States on Mutual Administrative Assistance in Custom Matters. Kedua perjanjian ini akan menjadi landasan untuk upaya-upaya dalam meningkatkan perdagangan antara negara-negara anggota D-8.Selama KTT ini, kata Presiden, juga telah diadakan retreat para kepala negara dan pemerintahan yang mengangkat tema Promoting and Enhancing Trade and Investment among the D-8 Member Countries. Selama retreat tersebut, jelas Presiden, telah terjadi pertukaran cara pandang dalam cara dan mengartikan bagaimana pencapaian tujuan-tujuan tersebut, termasuk mendorong sektor swasta untuk dapat berpartisipasi lebih aktif dalam kerjasama D-8.KTT ini juga menampilkan pameran dagang yang diikuti lebih dari 300 institusi bisnis dan bisnis forum yang menampilkan para tokoh bisnis internasional . "Kedua agenda tambahan tersebut untuk mendukung pelaku bisnis di negara-negara D-8 berkesempatan melihat berbagai pandangan dan peluang perdagangan, investasi dan isu ekonomi lain dan juga untuk meningkatkan transaksi bisnis," tambah SBY.
(ddn/)











































