Sebagai Energi Alternatif, Nuklir Dibahas Serius di KTT D-8

Sebagai Energi Alternatif, Nuklir Dibahas Serius di KTT D-8

- detikNews
Sabtu, 13 Mei 2006 23:15 WIB
Sebagai Energi Alternatif, Nuklir Dibahas Serius di KTT D-8
Nusa Dua - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, penyelenggaraan KTT Ke-V D-8 di Bali ini tidak berada di bawah bayang-bayang isu nuklir Iran. Namun demikian, nuklir sebagai sumber energi alternatif tetap dibahas dengan sungguh-sungguh.Demikian pernyataan SBY menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers Sabtu (13/5/2006) malam. Pembahasan nuklir sebagai energi alternatif tersebut dilakukan di saat leader's meeting, leader's retreat. Bahkan dibahas pula pada sesi sebelumnya pada pertemuan tingkat menteri maupun komisioner."Idenya adalah kita menuju ke suatu masa di mana bahan energi yang bersumberkan fosil itu akan mengalami penurunan, sementara kebutuhan akan energi akan meningkat dengan pesat," kata SBY. Masih dikemukakan SBY, kalau tidak ada kerangka baru dalam penggunaan dan pengembangan energi, apalagi jika tidak ada kerjasama global, maka di sisi ekonomi saja akan terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran."Akibatnya harga akan naik, dan apabila harganya sangat tinggi, maka akan sangat memukul ekonomi di dunia," kata SBY.Oleh karena itu, KTT D-8 membahas, mengingat di antara 8 negara ini ada negara-negara yang memproduksi minyak mentah maupun gas bumi dalam jumlah yang besar.Negara itu antara lain Iran, Nigeria, Malaysia, Indonesia. Negara-negara ini memproduksi sekitar 10 juta barel minyak bumi per hari. "Ini sama dengan 12 persen dari total global production of oil. Kalau kita bisa bekerjasama dalam fosil based energy, maka itu sudah merupakan langkah yang baik," jelas SBY.Akan tetapi, kata SBY lebih lanjut, negara D-8 berniat melangkah lebih dari itu. Dalam KTT di Bali mencuat keinginan untuk meningkatkan kerjasama di bidang pengembangan renewable resources dan juga bioenergi. "Penggunaan tenaga nuklir untuk kepentingan energi itu bukan satu-satunya yang dianggap alternatif, karena di situ dapat kita cantumkan mulai dari hidro, geothermal, bio fuel, dan lain, lain termasuk energi nuklir," lanjut SBY. (bdi/)


Berita Terkait